SEKILAS INFO
: - Jumat, 24-09-2021
  • 1 bulan yang lalu / Pemenang Lomba Guru Menulis SMKN 1 Tuntang akan diumumkan hari ini pukul 09.45 WIB.
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Dirgahayu Propinsi Jawa Tengah ke 71
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1443 H
Servant Leadership

Kamis, 27 Pebruari 2020 beredar surat undangan penataan kepala sekolah. Itu artinya besok Jumat 28 Pebruari 2020 akan ada promosi dan mutasi kepala sekolah. Mutasi untuk kepala sekolah yang masih menjabat dan dipindah ke sekolah lain atau promosi bagi guru yang akan diangkat menjadi kepala sekolah. Hari itu juga saya memberitahukan kepada teman-teman guru perihal undangan ini. Obrolan berlangsung sore itu dan diakhiri doa dari guru-guru agar saya tidak terkena mutasi.

Doa yang tulus dari teman-teman guru yang ternyata manjur. Saya masih dipercaya untuk menjadi pemimpin mereka. Tidak terasa sudah dua tahun lebih saya berjuang bersama mereka. Suka duka dijalani dengan riang gembira. Masalah bertubi-tubi menghadang ditatap dan diselesaikan dengan saling sengkuyung. Maka ketika acara pelantikan selesai, walaupun ada kegiatan dinas ke solo, saya menyempatkan mampir ke sekolah untuk memberikan kabar ini.

Mengelola sekolah dengan tagline membirukan SMKN 1 Tuntang saya lakukan dengan gaya kepemimpinan Servant Leadership. Apa itu Servant Leadership? Dalam Bahasa Indonesia diartika kepemimpinan pelayan, yaitu suatu kepemimpinan yang berawal dari perasaan tulus yang timbul dari dalam hati untuk melayani, menempatkan kebutuhan pengikut sebagai prioritas, menyelesaikan sesuatu bersama orang lain dan membantu orang lain dalam mencapai suatu tujuan bersama.
Konsep Servant Leadership pertama kali dikenalkan oleh Robert K. Greenleaf pada tahun 1970 dalam bukunya The Servant as Leader. Robert K. Greenleaf adalah Vice President American Telephone and Telegraph Company (AT&T). Menurut Greenleaf, Servant Leadership adalah seseorang yang menjadi pelayan lebih dahulu. Dimulai dari perasaan alami bahwa seseorang yang ingin melayani, harus terlebih dulu melayani. Kemudian pilihan secara sadar membawa seseorang untuk memimpin.
Di buku lain instilah Servant Leadership menurut Sendjaya dan Sarros (2002:57), Servant Leadership adalah pemimpin yang mengutamakan kebutuhan orang lain, aspirasi, dan kepentingan orang lain atas mereka sendiri. Servant leader memiliki komitmen untuk melayani orang lain. Sedangkan Menurut Poli (2011), Servant Leadership adalah proses hubungan timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin dimana di dalam prosesnya pemimpin pertama-tama tampil sebagai pihak yang melayani kebutuhan mereka yang dipimpin yang akhirnya menyebabkan ia diakui dan diterima sebagai pemimpin. 

Apa saja dimensi kita sebagai kepala sekolah menerapkan Servant Leadership ? Menurut Barbuto & Wheeler (2006), dimensi servant leadership antara lain yang pertama Altruistic calling, yaitu hasrat yang kuat untuk membuat perubahan positif pada kehidupan orang lain dan meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri dan juga akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan bawahannya. Yang kedua adalah Emotional healing, yaitu komitmen seorang pemimpin untuk meningkatkan dan mengembalikan semangat karyawannya. Yang ketiga adalah Wisdom, yaitu pemimpin yang mudah untuk memahami suatu situasi dan dampak dari situasi tersebut. Dan yang keempat adalah Persuasive mapping, yaitu sejauh mana pemimpin memiliki keterampilan untuk memetakan persoalan dan mengkonseptualisasikan kemungkinan tertinggi yang akan terjadi dan membujuk seseorang untuk melakukan sesuatu ketika mengartikulasikan peluang. 

Adapun keempat dimensi Servant Leadership yang lain adalah Organizational stewardship, yaitu sejauh mana pemimpin menyiapkan organisasi untuk membuat kontribusi positif terhadap lingkungannya, Humility, yaitu kerendahan hati pemimpin, Vision, yaitu sejauh mana pemimpin mencari komitmen semua anggota organisasi terhadap visi bersama dengan mengajak anggota untuk menentukan arah masa depan perusahaan, dan Service, yaitu sejauh mana pelayanan dipandang sebagai inti dari kepemimpinan dan pemimpin menunjukkan perilaku pelayanannya kepada bawahan. 

Apakah kita sebagai kepala sekolah sudah menerapkan Servant Leadeship? Hal itu dapat dilihat dari indikator dan ciri-ciri Servant Leadership pada gaya kepemimpinan kita. Menurut Dennis (2004), Servant Leadership dapat diukur melalui Servant Leadership Assement Instrument (SLAI).

SLAI menyebutkan lima indikator antara lain yang disingkat LEVITH. Apa saja? Yang pertama Love atau kasih sayang. Kepemimpinan yang mengasihi dengan cinta atau kasih sayang. Cinta yang dimaksud adalah melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat untuk alasan dan keputusan yang terbaik. Yang kedua adalah Empowerment atau pemberdayaaa. Penekanan pada kerja sama yaitu mempercayakan kekuasaan pada orang lain, dan mendengarkan saran dari guru-guru dan warga sekolah. Vision atau visi sebagai indikator yang ketiga. Arah organisasi dimasa mendatang yang akan dibawa oleh seorang pemimpin. Visi akan mengispirasi tindakan dan membantu membentuk masa depan. Indikator keempat adalah Trust atau kepercayaan. Servant-leader adalah orang-orang pilihan yang dipilih berdasarkan suatu kelebihan yang menyebabkan pemimpin tersebut mendapatkan kepercayaan. Sementara indkator yang terakhir adalah Humility atau Kerendahan Hati. Menjaga kerendahan hati dengan menunjukkan rasa hormat terhadap guru dan tenaga kependidikan serta dan mengakui kontribusi mereka terhadap sekolah.

Selamat bertugas kepada teman-teman Kepala Sekolah baik yang mutasi maupun promosi. Tugas kita luar biasa dalam mengawal pendidikan negeri ini. Menutup catatan ini saya mengutip kalimat bijaksana dari sang motivator kondang Mario Teguh, “Jika engkau ingin menjadi pemimpin, jangan pernah mengabaikan keharusanmu untuk melayani bagi kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan mereka yang kau pimpin”.

Hotel Sahid Jaya Solo, 29 Pebruari 2020.

1 komentar

Achmad Zamroni, Minggu, 1 Mar 2020

Saya ucapkan selamat tetap menjalankan amanah di SMKN 1 Tuntang, semoga dibawah kepemimpinan pak Ardan visi dan misi SMKN1 Tuntang dapat terwujud dengan cepat dan lancar. Saya ingin belajar bagaimana dpt menjadi pemimpin yang bisa melayani.
Sukses selalu bapak

Balas

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930