
Kegiatan Jamboree on the Air – Jamboree on the Internet atau JOTA-JOTI 2025, akan dilaksanakan pada 17 sampai dengan 19 Oktober 2025 dengan mengusung tema A World Shaped by Youth. Kegiatan internasional digital terbesar di seluruh dunia ini akan menghubungkan setiap pramuka dari berbagai belahan dunia melalui Radio Amatir dan Internet. Logo JOTA-JOTI 2025 telah dirilis secara resmi oleh World Scouting. Secara detail, elemen-elemen atau unsur yang ada dalam logo tersebut mempunyai makna yang filosofis. Berikut adalah makna logo JOTA-JOTI 2025. Pertama, gambar bumi yang mengenakan hasduk (scout scarf), menggambarkan identitas global dan persatuan dari Gerakan Kepanduan Dunia. Sekaligus menegaskan lingkup kegiatan JOTA-JOTI yang merupakan kegiatan global atau internasional yang bisa diikuti dari belahan bumi manapun. Kedua gambar headset, melambangkan bentuk komunikasi global yang menjadi pilar utama dalam kegiatan JOTA-JOTI.
Headset juga menggambarkan bagaimana pandu/pramuka dari seluruh dunia berkomunikasi selama kegiatan baik melalui kanal internet ataupun frekuensi radio. Ketiga gelombang radio, background logo yang memperlihatkan efek ‘ripple’ atau gelombang radio yang menjadi basis bagi koneksi internet dan gelombang radio itu sendiri. Secara sederhana, elemen visual ini juga menjelaskan fokus kegiatan Jota-Joti untuk menggabungkan aspek analog dan digital untuk digunakan sebagai media komunikasi bagi tiap peserta. Berdasarkan Surat Edaran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Nomor 760/11-1 perihal Edaran Kegiatan Jota Joti Tahun 2025. Sehubungan dengan hal tersebut, Kwartir Cabang Semarang CQ Dewan Kerja Cabang Semarang akan menyelenggarakan kegiatan Jambore on The Air (Jota) ke-88 dan Jambore on The Internet (Joti) ke-46 Tahun 2025.
Dewan Ambalan Arjuna-Dewi Kunthi pangkalan SMKN 1 Tuntang, mengikuti kegiatan Jota Joti dengan antusias. Mereka berpartisipasi dan dibagi menjadi 2 di lokasi kegiatan yang berbeda. Rombongan pertama mengikuti kegiatan di pangkalan SMKN 1 Tuntang sebanyak 12 peserta, dari kelas XI. Sedangkan rombongan kedua sebanyak 5 peserta, didelegasikan mengikuti Jota Joti di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, Kecamatan Tengaran. Rincian kegiatan meliputi registrasi kehadiran peserta, transit peserta, apel pembukaan, laporan panitia, pengarahan kegiatan, materi, orientasi peserta, Jota Joti dan lain-lain. Salah satu peserta bernama Muhammad Nashih Ramadhani kelas XI TO 1 menyampaikan, “Kegiatan Jota-Joti sangat seru dan menarik. Saya mendapatkan banyak teman karena kegiatan ini diikuti oleh berbagai sekolah di Kabupaten Semarang dan seluruh Indonesia. Di sana saya diajari cara menggunakan huruf alphabet phonetic untuk berbicara menggunakan radio untuk berkomunikasi atar daerah, serta mendapat Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) dan sertifikat.” Saran dan masukan untuk kegiatan Jota Joti selanjutnya ialah semoga bisa terlaksana dan fasilitas bisa terpenuhi lebih baik lagi, Jota Joti 2025 Sukses.
Penulis : Muhammad Muslih, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang
Editor : Nurul Rahmawati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang




