SEKILAS INFO
: - Minggu, 20-06-2021
  • 4 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Merayakan Imlek 2572
  • 11 bulan yang lalu / Selamat datang siswa baru SMKN 1 Tuntang tahun pelajaran 2020/2021
  • 1 tahun yang lalu / SMKN 1 Tuntang menerima peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2020/2021. Info detail silahkan klik link berikut : https://bit.ly/PPDBSMKN1Tuntang
Sekolah sebagai Pusat Kajian

Jika kita menilik perguruan tinggi, hampir semua memiliki pusat penelitian atau pusat kajian. Semisal Universitas Indonesia dengan Pusat Kajian Vokasi, Universitas Gajahmada dengan Pusat Inovasi dan Kajian Akademik, dan ITB memiliki Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi. Organisasi itu sebagai think tank terhadap permasalahan yang muncul.

Apakah lembaga yang sejenis bisa diterapkan di sekolah? Mari coba kita bahas. Sekolah sebagai organisasi secara kelembagaan harus bersedia untuk selalu belajar terus menerus. Komponen organisasi sekolah, seperti guru, tenaga administrasi, dan kepala sekolah berusaha  mendeteksi kekurangan atau kesalahan masing-masing untuk secara bersama-sama memperbaikinya. Kekurangan dan kesalahan satu komponen merupakan masalah bersama yang harus dihadapi bersama.

Sekolah sebagai organisasi pembelajar melakukan penyesuaian secara terus-menerus terhadap lingkungan yang saling bergantung dan mengalami perubahan. Mengutip pendapat Kofman dan Peter (1993) ada tiga masalah fundamental dengan paradigma mutakhir, yakni: fragmentasi, kompetisi, dan reaktif. Poin pertama adalah Perpecahan (Fragmentasi). Cara menganalisis persoalan yang sedemikian  kompleks dengan cara memecah komponen-komponen tersebut, mempelajari masing-masing komponen secara terpisah, kemudian menggabungkan (sintesis) komponen-komponen itu kembali sebagai satu kesatuan.

Poin yang kedua adalah Persaingan (Kompetisi). Kompetisi diawali dari keinginan ego untuk menunjukkan bahwa dirinyalah yang terbaik. Umumnya masyarakat telah menjadi lebih bergantung pada kompetisi, untuk memperluas bahwa hanya model kita yang pantas atau terbaik untuk melakukan perubahan dan pembelajaran.

Kita sering melakukan kompetisi terhadap orang-orang yang seharusnya dapat kita ajak bekerjasama. Anggota-anggota tim bersaing untuk menunjukkan bahwa dirinyalah yang lebih baik. Bagian/divisi bersaing dengan divisi lainnya yang seharusnya divisi lain tersebut dapat diajak untuk berbagi pengalaman

Poin yang terakhir adalah reaktif. Di sebuah perusahaan, ketika terjadi sesuatu pecah/rusak, reaksi yang segera terjadi adalah memanggil seorang ahli (spesialis) untuk memperbaikinya. Keberhasilan ahli tersebut sesungguhnya akan membentuk mentalitas “kotak hitam” yang dapat menghambat organisasi dari mengembangkan kemampuan dirinya untuk belajar secara terus menerus. Adanya pandangan reaktif merupakan bukti pembenaran terhadap pemecahan masalah. Padahal pemecahan masalah secara mendasar berbeda dengan kreasi.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana solusi terhadap permasalahan tersebut? Pemecahan yang dapat diajukan di sini  adalah menciptakan budaya sistem. Menciptakan kesadaran bahwa keseluruhan harus didahulukan (mengutamakan kepentingan bersama). Kompetisi menjadi kooperasi dimana peran kita sebagai tantangan untuk saling menolong.  Dan berpikir reaktif menjadi kreatif untuk mengatasi persoalan yang muncul. Seorang pemecah masalah membuat masalah menjadi hilang, sedangkan seorang kreator membawa sesuatu yang baru menjadi ada.

Cita-cita sekolah menjadi think tank mulai dirintis oleh SMKN 1 Tuntang sejak setahun yang lalu. Berbagai persoalan yang muncul dihadapi bersama dengan kerjasama semua komponen sekolah. Kekurangan biaya dalam mengoperasionalkan sekolah diatasi dengan menciptakan kreasi-kreasi baru. Seperti ketiadaan anggaran untuk membeli kertas diganti dengan ulangan tanpa kertas. Handphone menjadi media untuk mengerjakan evaluasi baik itu PTS dan PAS. Munculnya Pandemi Covid-19 dengan meniadakan pembelajaran tatap muka diganti pembelajaran dari rumah, Kami meluncurkan PJJ Integratif. Sekarang teman-teman sedang melakukan kajian menerapkan Hybrid Learning untuk mengantisipasi pembelajaran new normal.

Mungkin pusat kajian kami tidak sehebat perguruan tinggi, tetapi minimal langkah kami sudah seperti mereka. Apa yang kami kreasikan dengan senang hati akan kami imbaskan ke sekolah-sekolah lain. Bapak dan Ibu yang berminat silahkan bisa kontak kami di nomer WA 081390220602.

2 komentar

Pratiwi Andayani (SMP N 3 Satap Sambirejo), Sabtu, 29 Agu 2020

Betul p.Ardan…sebaiknya tdk berkompetisi utk dpt dianggap menjadi yg terbaik.Tetapi mengajak orang lain mjd lebih baik utamanya kompetensi di bidang TIK,adalah langkah yg mulia. PJJ sbg pmbelajaran yg hrs dilakukan di.masa Pandemi Covid-19 membuat guru hrs bergerak utk beradaptasi dg kondisi yg ada.Sy sbg yg awam di bidang TIK punya keinginan utk mengetahui apa itu PJJ integratif. Jk ada Vicon lagi pingin ikut pak Ardan.

Balas

Teguh Gw, Sabtu, 29 Agu 2020

Saya membayangkan, masa depan SMKN 1 (pakai Atap nggak ya?) Tuntang akan menjadi Singapura-nya pendidikan Indonesia.
Walau bukan yang menelurkan dan bukan pula yang membuahi, Pak CEO Ardan sudah menunjukkan kesetiaan paripurna dalam mengerami “telur” yang nyaris gagal menetas itu. Dan kini, sembari menghayati gelitikan energi yang menyertai pertumbuhan helai demi helai bulu-bulunya, “piyik” itu mulai menggeliat-geliat mengokohkan otot-otot cakar dan sayapnya. Ya, piyik imut itu siap bertransformasi menjadi elang perkasa.
Semoga Pak Ardan kerasan bersarang di sana, menstimulasi kelenturan gerak Sang Elang hingga sanggup terbang mengangkasa melintasi segala cuaca dan bertengger nyaman di segala medan tanpa menggugurkan ranting atau daun yang dihinggapinya.

Balas

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Juni 2021
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930