SEKILAS INFO
: - Selasa, 28-09-2021
  • 1 bulan yang lalu / Pemenang Lomba Guru Menulis SMKN 1 Tuntang akan diumumkan hari ini pukul 09.45 WIB.
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Dirgahayu Propinsi Jawa Tengah ke 71
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1443 H
Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

Virus misterius dari Wuhan ternyata menimbulkan dampak yang luar biasa. Jutaan orang telah terinfeksi dan ratusan nyawa manusia hilang. Tercatat 213 negara (worldometers.info, 2020) terkena dampaknya. Di Indonesia sendiri, penyebaran virus ini ditemukan pertama kali pada tanggal 2 maret 2020, dan hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, di antaranya adalah dengan mengeluarkan PP Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang berakibat pada pembatasan berbagai aktivitas termasuk di antaranya sekolah. Sementara itu aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR) secara resmi di keluarkan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).

Kebijakan ini memaksa guru dan murid untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah dari jenjang PAUD sampai Perguruan Tinggi (kemdikbud.go.id, 2020). Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid selama BDR, namun juga pentingnya optimalisasi peran orang tua dalam pelaksanaan BDR, khususnya dalam pengembangan karakter anak.

Karakter nerupakan hal yang hakiki dimiliki oleh setiap orang. Karakter juga menjadi ciri setiap individu yang satu dengan individu yang lainnya (Sudrajat, 2011). Bahkan karakter membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Pemahaman terhadap karakter memang relatif dan berbeda-beda bagi setiap ahli. Menurut Sjarkawi karakter merupakan kepribadian atau ciri yang mencirikan seseorang yang didapatkan melalui proses pembentukan dalam lingkungan hidupnya (Kusuma, 2010).

Peran orang tua dalam mendampingi kesuksesan anak selama belajar di rumah menjadi sangat sentral, sekaitan dengan hal tersebut WHO, (2020) merilis berbagai panduan bagi orang tua dalam mendampingi putra-putri selama pandemi ini berlangsung yang meliputi tips pengasuhan agar lebih positif dan konstuktif dalam mendampingi anak selama beraktivitas di rumah. Orang tua pada awalnya berperan dalam membimbing sikap serta keterampilan yang mendasar, seperti pendidikan agama untuk patuh terhadap aturan, dan untuk pembiasaan yang baik (Nurlaeni & Juniarti, 2017), namun perannya menjadi meluas yaitu sebagai pendamping pendidikan akademik. Prabhawani (2016) menyatakan bahwa pelaksanaan pendidikan merupakan tanggung jawab orang tua dan masyarakat sekitar, tidak hanya tanggung jawab lembaga pendidikan saja.

Memang sebenarnya lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang baik dalam mengembangkan sikap atau karakter positif siswa. Keluarga merupakan lingkungan awal seorang anak melakukan interkasi, mengalami tumbuh kembang secara fisik dan emosinya (Hulukati, 2015). Selama ini juga sesungguhnya siswa lebih banyak berinteraksi di rumah, walaupun selama ini mata kita seakan hanya fokus terhadap pendidikan dalam hal ini pengembangan karakter anak di sekolah. Tetapi di rumah semestinya menjadi tempat yang baik dan bahkan lebih baik untuk melakungan pengembangan sikap karakter tersebut. Interaksi ini akan membentuk pola yang baik, mengakrabkan para anggota keluarga dengan berkomunikasi secara intens, sehingga memiliki quality time yang baik pula (Prasetiawan, 2016).

Di sinilah orang tua mempunyai banyak waktu dalam membentuk anaknya agar memiliki karakter yang baik dan kuat. Tentu orang tua harus menjadi seorang pendidik, menggantikan guru di sekolah, mengambil peran yang sentral sebagai life educator di rumah selama masa pandemi ini. Inilah saatnya kondisi yang baik ini diharapkan menjadi momentum penanaman hal yang positif bagi anak (Anwar, 2013).

Inilah momentum yang baik bagi semua pihak, baik guru dan orang tua untuk memngembangkan pendidikan karakter anak. Saat ini 24 jam anak berada di rumah, sehingga sangat tepat guru dan orang tua berkolaborasi mendesain pola pendidikan karakter yang baik selama pembelajaran jarak jauh di rumah ini. Kualitas komunikasi orang tua dan anak yang semakin baik akan meningkatkan kepercayaan anak terhadap orang tuanya (Badudu, 2019). Di sinilah seharusnya orang tua mengambil peran sebagai pendidik karakter yang handal.

Pendidikan karakter di lingkungan keluarga harus bisa dioptimalkan dalam kondisi ini. Jangan dibiarkan terlewat begitu saja. Inilah momentum yang baik untuk menebar benih karakter tersebut. Wadah atau tempat penyemaian sudah cukup baik tinggal bagaimana cara menyemainya. Tentu tidak semua orang tua paham akan hal itu. Disamping itu, sangat diperlukan bantuan guru di sekolah untuk tetap melakukan sinergitas dengan para orang tua selama pandemi ini.

Satu hal lain yang juga perlu ditingkatkan adalah adanya  kerjasama antara orang tua, guru dan sekolah. SMKN 1 Tuntang membagi jadwal pembelajaran selama pandemi dengan dua sesi yaitu sesi pertama pendidikan karakter berupa Sholat Dhuha, tadarus Al Quran (bagi yang muslim) dan membaca Kitab Suci Amsal (bagi non muslim) dilanjutkan dengan olahraga dan membantu orang tua. Kemudian sesi kedua pembelajaran kognitif. Masing-masing sesi terpantau dengan presensi dan dilaporkan ke orang tua.

Tuntang, 06 September 2020

Juli Mufti Siroj, Guru TBSM SMKN 1 Tuntang

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930