SEKILAS INFO
: - Minggu, 14-08-2022
  • 6 bulan yang lalu / SMK Negeri Satu Atap Tuntang membuka pendaftaran penerimaan anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) tahun pelajaran 2022/2023, bagi peserta didik yang masih aktif bersekolah di SMKN Satu Atap Tuntang. Pendaftaran ini dilakukan melalui tautan Google Form yang dibagikan melalui grup WhatsApp kelas, oleh masing-masing wali kelas. Melalui tautan yang telah dibagikan, peserta didik harus mengisi...
  • 7 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022
  • 7 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Natal bagi Umat Kristiani
Kenali Penyebab Sakit Mata

Mata merah biasa disebut juga dengan konjungtivitis. Kondisi ini tidak nyaman seperti gatal dan mengganjal, terutama jika terjadi pada anak. Namun bisa juga kondisi kemerahan pada mata ini tidak disertai gejala apapun. Berikut akan dibahas 7 (tujuh) penyebab mata merah, yang dibagi berdasarkan tiga kelompok yakni infeksi bakteri, virus, dan faktor lainnya. Mata merah pada anak bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Contohnya adalah, pertama, konjungtivitis bakteri. Mata merah yang disebabkan oleh bakteri biasanya juga disertai dengan rasa gatal dan sering berair. Jenis bakteri yang bisa memicu mata merah seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala keluarnya cairan kental yang akan mengering dan menjadi kerak. Pada kondisi ini dokter akan memberikan antibiotik tetes mata. Obat bisa juga diberikan dalam bentuk salep mata. Pemakaian obat ini akan membantu meredakan mata merah.

Kedua, bintitan, masalah bintitan juga cukup sering terjadi pada anak. Saat anak tidak menjaga kebersihan mata dan sering mengucek mata menggunakan tangan kotor maka bintitan bisa terjadi. Mata bintitan ditandai dengan munculnya benjolan kecil di kelopak mata dan disertai mata memerah. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan kompres air hangat selama 5 hingga 10 menit. Bantu si kecil untuk tidak menyentuh area mata agar kondisi ini segera membaik.

Ketiga, mata merah juga bisa disebabkan oleh selulitis orbital yang dipicu infeksi bakteri pada area bola mata. Biasanya akan muncul beberapa gejala berupa mata merah, bengkak, penglihatan terganggu, dan demam. Kondisi ini cukup serius dan harus segera dikonsultasikan kepada dokter, karena bisa saja terjadi komplikasi seperti sepsis bahkan kebutaan. Penanganan untuk kondisi ini adalah dengan memberikan obat antibiotik. Namun, jika kondisi tersebut telah berkembang cukup parah maka akan dilakukan tindakan operasi.

Penyebab mata merah pada anak berikutnya adalah virus. Jika mata merah dipicu oleh virus maka biasanya akan disertai demam dan infeksi saluran pernapasan atas. Jenis virus yang biasanya menginfeksi dan menyebabkan mata merah adalah adenovirus. Anak juga biasanya akan merasakan mata menjadi gatal dan terus berair akibat infeksi virus tersebut. Penyebab dan cara mengatasi mata merah pada anak harus disesuaikan. Saat anak mengalami mata merah akibat infeksi virus, maka tak perlu diberikan antibiotik. Cukup lakukan pengompresan pada bagian mata menggunakan air hangat. Bisa juga diberikan obat mata anak untuk mempercepat proses penyembuhan.

Tak hanya virus dan bakteri, ada juga faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan mata merah pada anak. Berikut adalah beberapa contoh kondisi mata merah yang dipicu oleh faktor di luar virus juga bakteri. Pertama, konjungtivitis alergi, selain dipicu oleh bakteri dan virus, mata merah juga bisa disebabkan oleh alergi. Jenis alergen yang bisa menjadi pemicu juga sangat beragam mulai dari debu, kotoran, asap, serbuk bunga, dan lain sebagainya. Gejala yang ditimbulkan secara umum sama yaitu mata merah, berair, dan bisa juga timbul bengkak. Mata merah yang disebabkan oleh alergi biasanya akan diatasi dengan pemberian obat anti alergi. Bisa dalam bentuk puyer, sirup, atau bisa juga berupa tetes mata.

Kedua, mata merah pada anak juga dapat terjadi akibat adanya perdarahan kapiler. Kapiler atau pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva pecah dan tidak terserap dengan baik. Gumpalan darah terjebak sehingga menyebabkan munculnya tampilan kornea mata yang merah. Kondisi ini pada umumnya tidak berbahaya dan akan mereda sendiri. Namun, orang tua bisa berkonsultasi pada dokter jika ditemukan gejala lain yang berbahaya seperti bengkak, nyeri, mata berair, dan lain sebagainya.

Ketiga, mata merah pada anak juga bisa terjadi akibat adanya sumbatan pada kelenjar air mata. Biasanya kondisi ini ditemukan pada bayi yang belum menginjak usia 1 tahun. Adanya sumbatan ini bisa ditandai dengan mata berair, bengkak, kelopak mata lengket, dan seringkali muncul kerak.  Biasanya kondisi mata merah akibat sumbatan kelenjar ini dapat sembuh sendiri. Namun orang tua bisa mencoba melakukan perawatan dengan memberi pijatan lembut serta mengusap bagian mata memakai kompres air hangat.

Itulah 7 (tujuh) penyebab dan cara mengatasi mata merah pada anak. Setiap tindakan penanganan harus disesuaikan dengan pemicunya. Konsultasi pada dokter harus dilakukan apabila ditemukan gejala yang tidak mereda meskipun sudah dilakukan usaha pengobatan.

Penulis : Mukhamad Samhojin, A.Md.

Editor : Nurul Rahmawati, M.Pd.

Pengumuman sebelumnyaBelajar dari buku Attitude Is Everything Karya Jeff Keller Pengumuman setelahnyaPelayanan Prima SMK N 1 Tuntang di Masa Pandemi

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Agustus 2022
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031