SEKILAS INFO
: - Minggu, 19-09-2021
  • 1 bulan yang lalu / Pemenang Lomba Guru Menulis SMKN 1 Tuntang akan diumumkan hari ini pukul 09.45 WIB.
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Dirgahayu Propinsi Jawa Tengah ke 71
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1443 H
Belajar dari buku Attitude Is Everything Karya Jeff Keller

Dalam buku ini kita dapat belajar pentingnya sikap dan perilaku seseorang dalam meraih kesuksesan. Ada perumpaan ubahlah sikapmu, maka hidupmu akan berubah. Ada beberapa hal penting yang kita dapat pelajari dalam buku ini yang pertama adalah sikap kita adalah jendela dunia, dimana kita yang awalnya sudah bekerja dan memiliki hidup yang cukup nyaman, kemudian kita merasa ada yang kurang dalam hidup dan tidak puas dalam menjalani perkerjaan tersebut yang berakibat frustasi. Jeff menemukan satu iklan TV tentang kursus yang disebut The Mental Blank yang intinya adalah tentang bagaimana segala sesuatu yang kita capai berdassarkan keyakinan alam bawah sadar kita.

Dimana semua ini dimulai dengan dia merubah sikap negative menjadi sikap positif. Mungkin banyak orang yang tidak percaya bahwa kesuksesan itu adalah keadaan pikiran. Jika kita ingin sukses, maka kita harus berpikir diri kita merupakan orang yang sukses. Semua ini berujung pada sikap dan perilaku kita dalam menjalani hidup. Sikap kita ini merupakn mental yang kita gunakan untuk melihat dunia. Sama halnya seperti kita memakaia kacamata berwarna merah maka semuanya akan tampak merah, begitu juga dengan sikap kita.

Beberapa orang memiliki filter optimis, sedangkan yang lain memiliki filter pesimis. Ini lah perbedaan antara “saya bisa dan “saya tidak bisa”. Orang dengan sikap negative banyak memikirkan masalah sedangkan orang dengan sikap postif memikirkan kemungkinan. Waktu kita kecil ketika kita belajar berjalan pasti akan gagal berkali-kalai tetapi pada akihrnya setelah banyak mengalami kegagalan, kamu bisa berjalan dengan baik. Namun seiring bertambahnaya usia, sikap kita tidak seperti anak kecil tadi dalam melihat dunia. Pikiran kita sudah dipenuhi oleh kritik, kisah kegagalan dan penolakan masa lalu yang akhirnya mempengaruhi sikap kita terhadap dunia. Penting untuk kita menghapus semua pengalaman negative masa lalu yang sering menahan dan menghambat kinerja kita. Ketika kita ingin memulai sesuatu kita memiliki awal yang baru dan tidak ada relevansinya dengan kegagalan di masa lalu. Ada sebuah kalimat yang menarik, kita akan menjadi apa yang kita pikirkan. Berpikir dominan adalah sesuatu yang memenuhi pikiran kita sehari-hari. Jika kita terus menerus memikirkan suatu tujuan maka kita akan mengambil langkah menuju tujuan teresbut. Dengan sikap negative kita tidak akan pernah mengambil langkah pertama itu. Jika kita terus bepikiran negative maka kita akan menghasilkan tindakan negative begitupun sebaliknya. Jika kita berpikr positif dan itu menjadi kebiasaan pada akhirnya keyakinan ini akan membawa kita pada posisi sekarang. Hal ini akan membawa kita pada masa depan.

Kedua waspada dengan ucapan. Kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa, jeff percaya bahwa kata-kata dapat membangun masa depan, mengahancurkan peluang, atau membantu memperhatankan status quo dalam hidup. Pilihan kata akan menentukan kepribadian kita, ingat pikiran akan menjadi ucapan, ucapan akan menjadi keyakinan, keyakinan akan menjadi tindakan, dan tindakan akan menjadi hasil. Apa yang kita ucapkan tentang diri kita akan mulai menjadi kenyataan apa bila kita tidak hati-hati. Kita bisa berlatih untuk menjaga ucapan dan memulainya dengan menjawab pertanyaan, apa kabar? Ini mungkin pertanyaan yang kelihatannya sederhana namun respon yang kita ucapakan memiliki dampak yang besar. Hal ini dapat dibagiakan menjadi tiga kategori yaitu positif, medioker, dan negative. Kita harus selalu menghindari jawaban negative karena hal itu menguras energi kita dan orang di sekitar kita. Kata-kata kita akan mempengaruhi fisilogi kita.

Ketiga cek lingkaran terdekatmu. Ada sebuah ungkapan yang menarik, kamu akan menjadi bagian dari lingkungan sekitarmu. Pada akhirnya, diri kamu akan menjadi rata-rata dari semua orang yang menghabiskan waktu Bersama dirimu. Orang yang menghabiskan sebagian besar waktu bersama kita akan menentukan cara pandang dan masa depan kita. Karena mereka sangat mempengaruhi pikiran kita dan selanjutnya adalah tindakan kita. Ada dua kategori orag yaitu orang yang beracun dan orang yang bergizi. Orang yang beracun selalu memikirkan hal-hal negative. Mereka mencoba menyeret kita ke dalam lingkaran mereka. Mereka memberitahu kita tentang hal yang tidak dapat kita lakukan, dan mereka menyedot semua energi positif darimu. Sebaliknya orang yang bergizi adalah tipe orang yang positif dan suportif. Mereka merupakan orang yang Bahagia dan menjalani hidup mereka dengan perasaan suka cita. Dengan berada di dekat mereka, maka kamu akan merasa lebih baik.

Penulis : Yunika Intan W, S.Pd, Guru SMKN 1 Tuntang
Editor : Nurul Rahmawati, M.Pd, Guru SMKN 1 Tuntang

Pengumuman sebelumnyaWaktu Luang untuk Produktivitas Diri Siswa Saat Pandemi COVID-19 Pengumuman setelahnyaKenali Penyebab Sakit Mata

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Agenda

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930