SEKILAS INFO
: - Kamis, 19-05-2022
  • 3 bulan yang lalu / SMK Negeri Satu Atap Tuntang membuka pendaftaran penerimaan anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) tahun pelajaran 2022/2023, bagi peserta didik yang masih aktif bersekolah di SMKN Satu Atap Tuntang. Pendaftaran ini dilakukan melalui tautan Google Form yang dibagikan melalui grup WhatsApp kelas, oleh masing-masing wali kelas. Melalui tautan yang telah dibagikan, peserta didik harus mengisi...
  • 4 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022
  • 4 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Natal bagi Umat Kristiani
Fast Fashion Vs Slow Fashion

Fast fashion merupakan model bisnis industri fashion yang mengacu pada produksi koleksi busana sebanyak mungkin dengan desain yang silih berganti secara cepat untuk dibawa ke pasar dalam waktu sesingkat mungkin. Fast Fashion dianggap menjadi hal yang negatif di industri fashion karena banyak busana dibeli dalam waktu singkat dengan penggunaan yang singkat yaitu hanya saat model busana tersebut sedang trend, kurang lebih hanya 1% busana fast fashion yang didaur ulang setelah digunakan.

Bahan pembuatan busana fast fashion biasanya menggunakan bahan sintetis seperti polyester yang menghasilkan 9 kg CO2 selama proses produksi. Fast fashion juga menyebabkan pencemaran air karena bahan kimia yang digunakan selama proses produksinya. Karena proses produksi yang cepat banyak perusahaan menekan biaya operasional untuk mengejar harga yang murah dan kecepatan produksi. Seringkali pekerja di industri fast fashion harus bekerja dengan cepat atau di luar jam kerja untuk memenuhi jumlah produksi. Namun, kesejahteraan mereka tidak dipenuhi atau upah mereka tidak sebanding dengan kerja keras mereka.

Slow fashion adalah gerakan dalam industri fashion di mana busana yang diproduksi lebih memperhatikan pada pendekatan mode yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Perhatian diberikan pada konsumsi atau penggunaan yang berkelanjutan di mana hanya busana yang benar- benar diperlukan yang dibeli. Slow fashion biasanya menggunakan bahan alami seperti katun atau bahan daur ulang.

Proses produksi menggunakan bahan yang ramah lingkungan dengan proses produksi yang memperhatikan lingkungan. Pada proses produksi slow fashion air yang digunakan sering didaur ulang dan disaring untuk meminimalisir polutan pada air. Pada slow fashion pakaian bekas, rusak atau yang sudah tidak dipakai didaur ulang dan dijual Kembali atau didonasikan sehingga mengurangi limbah atau dampak lingkungan yang mungkin terjadi karena penggunaan busana.

Setelah mengetahui perbedaan dari bahan, proses produksi, penggunaan serta dampak dari fast fashion dan slow fashion, diharapkan kita lebih bijak dalam pemilihan dan penggunaan busana untuk keberlangsungan kehidupan di masa depan.

Penulis : Anggita Fortuna Dewi, S.Pd.
Editor : Nurul Rahmawati, M.Pd

Pengumuman sebelumnyaPengaruh Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pengumuman setelahnyaKonsep Belajar Mandiri

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Mei 2022
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031