SEKILAS INFO
: - Minggu, 01-08-2021
  • 3 hari yang lalu / Alhamduillah puji syukur kepada Allah SWT Bapak dan Ibu Guru Karyawan SMKN 1 Tuntang berhasil mengkhatamkan Al Quran untuk kedua kali.
  • 1 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Dengan semangat berkurban kita galang jogo tonggo dan eling lan ngelingke di masa pandemi Covid-19
  • 2 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI yang telah melakukan vaksinasi tahap 2 terhadap guru dan karyawan.
Novel Senja Abu-abu Seri 1

Aku  duduk  di  kursi  dapur  sambil  memandang  wajah suamiku yang mulai menua. Puluhan uban sudah menghias kepalanya yang dari hari ke hari rambut bagian depan mulai habis. Tangannya yang sungguh cekatan memotong ayam yang baru disembelihnya. Sambil mengupas bawang putih dan beberapa bumbu dapur lain aku membuat opor. Sore itu usai salat asar yang dihiasi gerimis kecil, kami berencana membuat opor ayam kampung.

“Buk, kita sembelih ayam ya,” begitu kata suamiku sore ini.

“Ya, silakan. Tapi ibuk ndak berani megangi lho, takut, terus nanti malah ibuk ndak mau makan karena ingat ayam itu,” kataku.

“Lho terus siapa yang megangi?” tanyanya kemudian.

“Minta tolong pakde depan saja,” kataku kemudian.

Benar dalam sepuluh menit, ayam terpotong. Air yang sudah aku rebus sudah mendidih. Siap untuk merontokkan bulu-bulu ayam. Tidak ada setengah jam suamiku sudah selesai membului ayam itu dan aku sudah menyiapkan bumbu yang diperlukan. Sambil menunggu suamiku selesai aku menyapu lantai, dan kedua anakku bergantian mengepel.

Setelah seluruh ayam terpotong, tugas berikutnya adalah bagianku. Kucuci potongan demi potongan ayam itu. Dalam kucuran air kecil yang mengalir dari kran, aku bersihkan daging ayam itu. Kukeluarkan lender-lendir yang menempel. Setelah benar-benar bersih, aku masukkan ke dalam baskom plastik berwarna biru. Kunyalakan kompor, bumbu segera kugoreng. Dua lembar daun salam, sepotong daun serai, kumasukkan. Hmmm, baunya luar biasa. Aku memasukkan seluruh daging ayam dan kucampur dengan bumbu itu. Setelah benar-benar tercampur, kudiamkan sekitar 5 menit, lalu kumasukkan segayung air ke dalam panci itu.

Sambil menunggu mendidih, aku mandi. Anak- anak segera menyusul mandi. Begitupun suamiku. Sambil menunggu azan magrib tiba, kami berada dalam kamar kami masing-masing. Anak-anak sibuk dengan HP-nya, sementara aku dan suamiku pun tidak jauh beda. Kami juga memegang HP, membuka-buka berita dengan sesekali mendiskusikan berita online tersebut. Sesekali aku keluar kamar untuk mengecek opor yang masih kumasak.

Azan magrib berkumandang, kami segera bergegas untuk berwudu dan melaksanakan jamaah salat magrib. Setelah itu kami tilawah bersama. Setengah tujuh aku menyiapkan hidangan makan malam. Anak- anakku minta ayam goreng. Kugoreng lima potong ayam yang aku masak tadi dan aku membuat sambal terasi. Sambil berdiskusi kami menikmati menu malam itu. Sungguh nikmat makan malam di 2 hari terakhir liburan kami.

Kami lanjutkan dengan jamaah salat isya. Setelah itu kami kembali tenggelam dalam kamar kami masing- masing. Aku dan suamiku membuka HP dan aku sendiri membuka grup WA SMA-ku. Ternyata sudah lebih dari 100 percakapan yang masuk. Suamiku keluar kamar karena ada tamu. Aku membuatkan minuman untuk suami dan tamu itu. Lalu aku masuk kembali ke kamar.

Aku buka satu demi satu. Aku senyum-senyum sendiri membaca tulisan-tulisan temanku. Ada beberapa pengakuan dari mereka yang lucu-lucu. Bahkan ada satu yang membuat terkejut, yaitu ada salah satu temanku yang mengaku tentang perasaannya padaku saat SMA dulu.

Aku penarasan, sengaja aku japri dia. Tanpa ada maksud apa pun, aku bertanya.

“Mengapa kamu mengungkapkan cerita hatimu di grup?” tanyaku lewat WA.

“Hehehe, daripada kusimpan biar kamu tahu.” Begitu balasannya.

“Aduh, aku jadi malu sama teman-teman,” lanjutku.

“Ya, biar kamu tahu bagaimana perasaanku dulu yang kupendam untukmu selama 3 tahun, hahaha,” lanjutnya.

“Hmmm, sudah   dulu   ya,   aku   mau   istirahat,” kataku.

Kumatikan HP karena aku sudah mengantuk. Suamiku masih berdiskusi dengan tamunya. Aku sendiri kemudian mengecek anak-anak yang sudah mulai mengantuk. Kutunggui putriku sampai dia tertidur. Aku masuk kamarku dan bergegas untuk tidur. Aku mengantuk tapi belum bisa tidur karena masih terngiang kalimat-kalimat temanku tadi. Mataku rasanya sudah amat lengket karena  mengantuk tetapi hatiku terbang entah ke mana. Sulit kujelaskan. Aku ingin menghapusnya, tapi ada rasa penasaran yang berkecamuk dalam hatiku. Sesaat kemudian suamiku masuk kamar. Dia menciumku sebagai kebiasannya sebelum kami tidur. Aku pun memeluknya kemudian kami berdua tertidur dan terlelap.

Lanjut ke seri 2 besok pagi

Penulis : Puji Prasetyowati

Catatan : Novel ini akan terbit secara berseri tiap hari di Website SMKN 1 Tuntang

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Agenda

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Agustus 2021
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031