SEKILAS INFO
: - Kamis, 17-06-2021
  • 4 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Merayakan Imlek 2572
  • 11 bulan yang lalu / Selamat datang siswa baru SMKN 1 Tuntang tahun pelajaran 2020/2021
  • 1 tahun yang lalu / SMKN 1 Tuntang menerima peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2020/2021. Info detail silahkan klik link berikut : https://bit.ly/PPDBSMKN1Tuntang
Stop Cyber Bullying Ala SMKN 1 Tuntang

Beberapa waktu yang lalu kita melihat berita yang cukup viral di media tentang adanya sekelompok siswi yang mengeroyok salah seorang remaja teman sekelasnya yang dilatarbelakangi oleh permasalahan cowok. Ada lagi kabar yang beredar adanya siswa yang tidak mau melanjutkan sekolah karena tidak kuat menahan terjadinya pembulian yang dialaminya di sekolah. Itu hanya salah satu contoh kecil terjadinya kasus perundungan/pembulian yang terjadi di kalangan pelajar yang cukup memprihatinkan.

Perilaku yang diuraikan pada bagian di atas adalah sebuah bentuk pembulian atau perundungan yang saat ini lebih dikenal dengan istilah ‘bullying’. Bullying adalah tindakan  perilaku agresif  berupa pemaksaan, ancaman, kekerasan atau usaha menyakiti secara fisik maupun psikologis yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang/sekelompok orang yang memersepsikan dirinya lebih kuat dan memiliki kekuasaan terhadap seseorang/sekelompok orang yang lebih lemah.

Tindakan bullying ini tidak dapat dianngap sepele. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dari kurun waktu 2011 sampai 2019 mencatat menerima sebanyak  37.381 laporan perundungan . Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.473 kasus disinyalir terjadi di dunia pendidikan. Sementara itu, Organisation of Economic Co-operation and Development (OECD) dalam riset Programme for International Students Assessment (PISA) pada Tahun 2018 mengungkapkan, sebanyak 41,1 persen murid di Indonesia mengaku pernah mengalami perundungan.  Selain itu, di tahun yang sama, Indonesia juga berada di posisi ke-5 dari 78 negara dengan murid yang mengalami perundungan paling banyak.

Setidaknya ada tiga bentuk bullying yang perlu kita ketahui yaitu bullying verbal, bullying social, bullying fisik dan karena perkembangan dunia informasi maka muncul bentuk bullying baru yaitu cyber bullying. Cyber Bullying adalah perundungan dunia maya atau perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. Ada beberapa alasan orang melakukan  bullying diantaranya adalah karena dorongan ingin menunjukkan kekuatannya, gangguan kepribadian, rasa iri, dan keinginan balas dendam. Selain itu ada juga yang memberi pengaruh orang melakukan bullying diantaranya karena pengaruh teman dalam kelompoknya.

Menghadapi cyber bullying,  SMKN 1 Tuntang memiliki beberapa upaya sebagai berikut,  bangunlah kepercayaan diri dengan menunjukkan sikap tenang, Bahasa tubuh meyakinkan, melatih kepekaan dan kewaspadaan, menggunakan suara yang tegas, Hindari perkelahian, membentuk kelompok, mencari pintu keluar dan segera melaporkan kejadian kepada pihak-pihak yang berwenang (orangtua, guru, pihak berwajib).

Lebih khusus lagi untuk Cyber bullying SMKN 1 Tuntang sebagai Sekolah  yang peduli dan konsen terhadap perkembangan teknologi Informasi memberikan beberapa upaya diantaranya, pelajar perlu  pengawasan dari orang tua dalam penggunaan media social, mengenali suasana hati dalam penggunaan media sosial sehingga tidak sembarangan meluapkan kekesalan atau kemarahan secara online, bijak dalam menggunakan gadged, bersikap tenang dan menolong teman yang menjadi korban bully kalau merasa mampu atau minta bantuan pada orang yang lebih dewasa.

Beberapa upaya lain yang bisa dilakukan ketika mengalami cyberbully adalah dengan   memblokir akun pelaku dan melaporkan perilaku mereka di media sosial itu sendiri. Media sosial berkewajiban menjaga keamanan penggunanya.

Mengumpulkan dan menyimpan bukti-bukti bisa membantumu nanti untuk menunjukkan apa yang telah terjadi – misalnya seperti pesan dalam chatting dan screenshot postingan di media sosial. Agar bullying berhenti, kuncinya ialah perlu diidentifikasi dan dilaporkan lebih lanjut. Hal ini juga dapat menunjukkan kepada pelaku bully bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima. Menghubungi polisi atau layanan darurat juga bisa menjadi alternatife yang bisa dipilih.

Dengan beberapa upaya yang diberikan oleh SMKN 1 Tuntang ini diharapkan “Stop Bullying’ bisa terwujud bagi masyarakat milenial saat ini

Penulis : Dwi Noor Aini, S.Pd  (SMPN 3 Tuntang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Juni 2021
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930