SEKILAS INFO
: - Rabu, 25-05-2022
  • 3 bulan yang lalu / SMK Negeri Satu Atap Tuntang membuka pendaftaran penerimaan anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) tahun pelajaran 2022/2023, bagi peserta didik yang masih aktif bersekolah di SMKN Satu Atap Tuntang. Pendaftaran ini dilakukan melalui tautan Google Form yang dibagikan melalui grup WhatsApp kelas, oleh masing-masing wali kelas. Melalui tautan yang telah dibagikan, peserta didik harus mengisi...
  • 5 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022
  • 5 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Natal bagi Umat Kristiani
Filosofi dari Tagline Menciptakan Inovasi Menebarkan Manfaat

Ajang bergengsi “Next Gen Summit 2021” menampilkan kisah sukses perjalanan para inovator dan wirausahawan (entrepreneur) muda. Mereka menekuni bisnis start-up, e-commerce, dan bisnis-bisnis baru yang berbasis teknologi digital. Salah satunya adalah Utari Octavianty, Co Founder Aruna Jaya Nuswantara (Aruna). Lewat inovasi yang diciptakannya dengan membuat strart-up menghubungkan nelayan dengan pembeli.

Permasalahannya adalah potensi perikanan Indonesia yang sangat besar tetapi kehidupan nelayan yang menyedihkan. Hal ini disebabkan ada perbedaan harga lumayan jauh antara ikan di kelompok nelayan sampai pembeli. Dari analisa Aruna ada problem, salah satunya supply chain yang belum terintegrasi dan kualitas produk. Nelayan banyak menangkap tapi tidak bisa meng-handle mana yang sesuai pasar.

Inilah yang kita kenal sebagai inovasi. Sama seperti Aruna, SMKN Satu Atap Tuntang memiliki masalah yang luar biasa. Sekolah yang nyaris tutup karena tidak bisa menundukkan beban yang harus ditanggung ini memerlukan terobosan yang luar biasa. Setelah dilakukan analisa SWOT, sekolah ini secara internal lebih banyak kekurangan dibanding kekuatan. Demikian juga secara external, ancaman lebih menguasai dibanding peluang. Maka kunci untuk membangunkan sekolah ini harus dengan inovasi.

Apa itu inovasi? Mengutip UU No. 19 Tahun 2002, pengertian inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau pun perekayasaan yang dilakukan dengan tujuan melakukan pengembangan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau pun cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah ada ke  dalam produk atau pun proses produksinya.

Sementara Everett M. Rogers mengatakan inovasi merupakan sebuah ide, gagasan, ojek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau pun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau pun diadopsi.

Demikian juga dengan Van de Ven, Andrew H. Menurut Van de Ven, Andrew H., pengertian inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan dengan berbagai aktivitas transaksi di dalam tatanan organisasi tertentu.

Sementara ahli Jepang Kuniyoshi Urabe mengatakan inovasi merupakan setiap kegiatan yang tidak bisa dihasilkan dengan satu kali pukul, melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif, meliputi banyak proses pengambilan keputusan, mulai dari penemuan gagasan hingga ke implementasian nya di pasar.

Kalau disimpulkan dari pendapat di atas, maka inovasi adalah suatu contoh dimana suatu kreativitas, daya cipta dan inisiatif kuat dapat menghasilkan sesuatu yang secara materi jauh lebih baik daripada penemuan-penemuan sebelumnya.

Sebagai sekolah kecil, SMKN Satu Atap Tuntang harus punya daya beda dibanding sekolah lain yang sudah mapan. Daya beda inilah yang terus dikuatkan untuk menciptakan trademark tersendiri sehingga masyarakat akan mengenal sekolah ini sebagai sekolah yang inovatif.

Inovasi tidak hanya sekedar untuk diri sendiri tetapi harus mampu membantu orang banyak. Seperti Aruna yang telah mampu membantu meningkatan pendapatan nelayan, terutama 20 ribu nelayan yang teregister di aplikasi Aruna yang tersebar di 32 titik dari Sumatera hingga Raja Ampat. Rata-rata pendapatan nelayan yang tergabung dalam aplikasi Aruna meningkat lebih dari tiga kali lipat dari US$ 84 menjadi US$ 240 per bulan.

SMKN Satu Atap Tuntang juga harus memberikan dampak bagi sekolah lain dari inovasi yang diciptakan. Untuk itu tagline Kami adalah Menciptakan Inovasi dan Menebarkan Manfaat. Indikator inovasi yang diciptakan adalah murah, mudah dan menyembuhkan. Murah karena tidak mengeluarkan dana besar, mudah artinya gampang dikelola dan gampang pula ditiru serta menyembuhkan karena mampu mengatasi permasalahan yang menghambat sekolah. Sementara indikator Menebarkan Manfaat dapat dilihat pada pemanfaatan inovasi ini oleh sekolah lain. Sampai hari ini sudah ada 51 sekolah melakukan studi tiru datang di SMKN Satu Atap Tuntang  dan 16 sekolah mengadakan kerjasama pelatihan untuk guru-gurunya.

Ke depan Kami berkomitmen untuk terus menciptakan inovasi dan menebarkan manfaat ke lebih banyak sekolah dengan jangkauan yang lebih luas.  Bapak dan Ibu yang berminat belajar, silahkan datang ke SMKN Satu Atap Tuntang. Dengan senang hati Kami siap membantu karena visi kami berbagi itu indah, mudah dan menyenangkan.

Sebuah Catatan CEO SMKN Satu Atap Tuntang

Bumi Pucanggading, 25 April 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Mei 2022
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031