SEKILAS INFO
: - Jumat, 27-01-2023
  • 11 bulan yang lalu / SMK Negeri Satu Atap Tuntang membuka pendaftaran penerimaan anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) tahun pelajaran 2022/2023, bagi peserta didik yang masih aktif bersekolah di SMKN Satu Atap Tuntang. Pendaftaran ini dilakukan melalui tautan Google Form yang dibagikan melalui grup WhatsApp kelas, oleh masing-masing wali kelas. Melalui tautan yang telah dibagikan, peserta didik harus mengisi...
  • 1 tahun yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022
  • 1 tahun yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Natal bagi Umat Kristiani
Apresiasi Pembelajaran Upacara Adat Mantu Jawa dengan Metode Bermain Peran

Indonesia terkenal dengan berbagai macam suku yang memiliki tradisi dan adat istiadat tersendiri, tidak terkecuali suku Jawa yang mendiami pulau Jawa. Terdapat tradisi pernikahan adat Jawa yang sakral, di mana banyak ritual yang harus dilakukan ketika seseorang melakukan prosesi pernikahan. Rangkaian prosesi adat yang sudah diturunkan secara turun temurun ini memiliki beragam makna di balik setiap prosesinya. Tata cara ritual yang harus dilakukan juga perlu mengikuti beberapa aturan dan ketentuan serta harus runtut agar prosesi bisa berjalan dengan lancar. Bagi sebagian besar masyarakat Jawa sudah tidak asing dengan tata cara atau rangkaian prosesi pernikahan adat Jawa. Namun, beberapa masih belum mengerti atau asing dengan setiap runtutan prosesinya. Tujuan diadakannya praktek upacara adat mantu Jawa ini adalah agar siswa tidak asing dengan runtutan prosesi pernikahan adat Jawa. Selain itu, peserta didik diharapkan mampu memahami makna yang tersirat dan tersurat pada setiap prosesi pernikahan adat Jawa.

Pada hari Selasa, tanggal 18 Oktober 2022, salah satu kompetensi dasar dalam mata pelajaran Bahasa Jawa diapresiasikan oleh Guru Bahasa Jawa SMK Negeri Satu Atap Tuntang dengan menyelenggarakan praktik upacara pernikahan adat Jawa di kelas XI (sebelas) Tata Busana yang telah dibagi menjadi 2 kelompok besar. Satu kelompok berisi 15 siswa dengan pembagian tugas seperti berikut: dua siswa menjadi sepasang pengantin kakung dan putri, dua siswa menjadi orang tua pengantin kakung, dua siswa menjadi orang tua pengantin putri, satu siswa sebagai wakil keluarga penganten kakung, satu siswa sebagai wakil keluarga pengantin putri, satu siswa menjadi pranatacara, satu siswa menjadi perias pengantin, satu siswa menjadi juru kamera, serta empat siswa sebagai domas atau pengiring pengantin. “Pelaksanaan adat mantu Jawa sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi kami, dikarenakan kami dapat nguri-uri kebudayaan Jawa yang saat ini semakin pudar,” ucap Amanda, salah satu siswi kelas XI Tata Busana.

Prosesi diawali ketika pranatacara membuka acara kemudian berlangsung acara panggih penganten, di mana pengantin laki-laki dipertemukan dengan pengantin wanita. Kemudian juru bicara dari masing-masing keluarga pengantin melaksanakan prosesi pasrah tampi. Prosesi selanjutnya adalah balang suruh dan diteruskan dengan wiji dadi. Setelah itu dilaksanakan prosesi krobongan yang terdiri dari sinduran, kacar-kucur, dahar klimah, ngunjuk toya wening, dan terakhir adalah prosesi sungkeman. “Dengan metode bermain peran, siswa-siswi sangat antusias. Mereka mempersiapkan dengan baik sehingga kegiatan tersebut mirip dengan prosesi pernikahan adat Jawa pada umumnya,” jelas Riska Alviani, S.Pd., Guru Bahasa Jawa SMKN Satu Atap Tuntang.

 

Penulis : Riska Alviani, S.Pd., Guru SMKN Satu Atap Tuntang

Editor  : Nurul Rahmawati, M.Pd., Guru SMKN Satu Atap Tuntang

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Januari 2023
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031