SEKILAS INFO
: - Minggu, 01-08-2021
  • 3 hari yang lalu / Alhamduillah puji syukur kepada Allah SWT Bapak dan Ibu Guru Karyawan SMKN 1 Tuntang berhasil mengkhatamkan Al Quran untuk kedua kali.
  • 1 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Dengan semangat berkurban kita galang jogo tonggo dan eling lan ngelingke di masa pandemi Covid-19
  • 2 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI yang telah melakukan vaksinasi tahap 2 terhadap guru dan karyawan.
Tadarus & Kultum: Tujuan Hidup Manusia

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim. Sugeng enjing Indonesia. Happy Friday! Alhamdulillah hari ini kita sudah memasuki penghujung minggu, Jumat, 9 Juli 2021 yang hangat dan cerah. Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan tadarus dan kultum secara online melalui Google Meet. Kegiatan yang dimulai tepat pada pukul 08.00 tersebut diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMK Negeri 1 Tuntang, dan dibuka oleh Ibu Aristiani, S.Pd. Hari ini kami membaca surat Al Mumtahanah, As Saf, dan Al Jumu’ah juz 28. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kultum, disampaikan oleh Bapak Juli Mufti Siroj, S.T.
Kultum yang disampaikan berjudul Tujuan Hidup Manusia. Dunia begitu indah dan terkadang membuat kita tertipu. Kita seringkali terbuai oleh kesenangan hidup di dunia. Melihat pemandangan indah, kita lupa kepada penciptanya. Diberikan kenikmatan, malah banyak yang berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itulah, kita sebagai seorang hamba Allah tentunya kita harus berpikir apa dunia itu? Kita hidup di dunia untuk apa? Allah SWT menciptakan dunia dengan isinya termasuk manusia, untuk memakmurkan kehidupan dunia, demi kemaslahatan-kemaslahatan yang ada dalam kehidupan dunia.

Tentunya bagi seorang mukmin, ia sadar ketika melihat dunia ternyata kesenangan menipu, fana, bahkan Al-Qur’an dan Hadits tidak pernah memuji dunia, tak pernah sekalipun dalam Al-Qur’an Allah SWT memuji dunia. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pun juga tak pernah memuji dunia. Subhanallah, itulah dunia takkan lama! Kesenangan dalam kehidupan dunia tak lepas dari keletihan dan kelelahan. Untuk mendapatkan kesenangan dunia harus letih, banting tulang, berbagai macam kesedihan terkadang harus dirasakan ketika seseorang mengincar kehidupan dunia. Ketika seseorang telah mendapatkan apa yang ia inginkan, meraih dunia dan kesenangan, ternyata juga menimbulkan kegelisahan dan ketakutan, takut kehilangan apa yang ia dapatkan. Gelisah, bagaimana ia akan menjaga harta yang begitu banyak melimpah ruah.
Maka seorang mukmin sadar bahwa dunia memang bukan tempatnya dia beristirahat. Tapi tempat ia bercocok tanam. Karena ia tahu bahwa setelah ia hidup di dunia ia akan menuju sebuah kehidupan yang lebih panjang. Maka seorang mukmin kemudian segera menginginkan yang lebih baik daripada dunia. Di pandang kehidupan akhirat, ternyata ia lihat kehidupan akhirat panjang sekali tak pernah ada henti-hentinya. Kesenangan surga yang luar biasa. Di mana penduduk surga diberikan oleh Allah kenikmatan yang tak ada henti-hentinya, penduduk surga tak pernah sakit, penduduk surga senantiasa nikmat dalam kesenangan. Mereka selalu muda dan tak pernah tua, mereka selalu cantik dan tampan, dan bahkan selalu bertambah ketampanan dan kecantikannya. Apa yang mereka inginkan selalu diberikan, ia kekal selama-lamanya.

Seorang mukmin kemudian berpikir, untuk apa ia mengejar dunia kemudian ia menggadaikan akhirat? Untuk apa ia mengejar sesuatu yang fana kemudian ia merusak akhiratnya yang akan terus-menerus? Sangat aneh sekali orang yang begitu mengejar dunia demi untuk mendapatkan sedikit kehidupan dunia lalu akhirnya merusak kehidupan akhiratnya? Seakan ia akan hidup di dunia selama-lamanya.

Kita tentunya tidak boleh menjadi orang-orang yang merasa tentram dengan dunia. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami, dan ridho dengan dunia, dan merasa tentram dengan dunia.” (QS. Yunus: 7).

Mereka itu orang-orang yang merugi kata Allah. Seorang mukmin tak akan pernah berhenti untuk terus mencari akhirat, dunia ia jadikan sebagai wasilah menuju kehidupan akhirat. Kalau dahulu Imam Ahmad pernah ditanya, sampai kapan kau akan terus-menerus bersungguh-sungguh beribadah wahai Imam Ahmad? Kata Imam Ahmad, sampai kakiku aku letakkan dalam tanah surga. Masya Allah, oleh karena itu, mari kita berlomba kepada kebaikan, jadikan dunia sebagai wasilah untuk mendapatkan akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda:

نِعْمَ الـمَالُ الصَّالِـح مَعَ الرَّجُل الصَّالِـح

Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang sholeh.” (HR. Ibnu Hibban).

Mengapa? Karena harta itu digunakan untuk apa, untuk kebaikan, untuk ketakwaan. Sebaliknya ketika harta itu dimiliki oleh orang-orang yang tidak sholeh, hanya merusak dalam kehidupan dunia ini. Maka Sadarilah, kita pikirkan baik-baik tentang hakikat dunia, agar kita kemudian tidak tertipu dengan kehidupan dunia, agar kita jadikan dunia sebagai jalan menuju kehidupan akhirat. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa tidak tertipu dengan kehidupan dunia.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Agenda

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Agustus 2021
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031