SEKILAS INFO
: - Minggu, 13-06-2021
  • 4 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Merayakan Imlek 2572
  • 11 bulan yang lalu / Selamat datang siswa baru SMKN 1 Tuntang tahun pelajaran 2020/2021
  • 1 tahun yang lalu / SMKN 1 Tuntang menerima peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2020/2021. Info detail silahkan klik link berikut : https://bit.ly/PPDBSMKN1Tuntang
Tadarus & Kultum: Alqamah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim. Guten morgen smart people. How are you doing? Please stay healthy and happy! Alhamdulillah hari ini kita memasuki hari Rabu, 3 Februari 2021 yang hangat dan cerah. Seperti biasa kami awali hari sebelum bekerja dengan ibadah salat sunnah dhuha dan tadarus Al Qur’an juz 10 surat Al Anfal. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Bapak Harnanto, S.Pd.

Beliau Bapak Harnanto, S.Pd. menceritakan sebuah kisah tentang seorang pemuda bernama Alqamah. Dia adalah seorang pemuda yang giat beribadah, rajin salat, banyak puasa dan suka bersedekah. Suatu ketika dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah untuk memberitahukan kepada beliau akan keadaan Alqamah. Singkat cerita ternyata Alqamah sudah dalam keadaan naza’, maka segeralah mereka men-talqin-nya, namun ternyata lisan Alqamah tidak bisa mengucapkan La ilaha illallah. Maka Rasulullah bertanya, “Apakah dia masih mempunyai kedua orang tua?”   Ada yang menjawab, “Ada wahai Rasulullah, dia masih mempunyai ibu yang sudah sangat tua renta.”

Kemudian Rasulullah mengirim utusan untuk menyuruhnya datang. Setelah ibu Alqamah datang Rasul bertanya tentang bagaimana keadaan putranya yang sebenarnya. Si ibu menjawab bahwa putranya rajin mengerjakan salat, banyak puasa dan senang bersedekah. Lalu Rasul bertanya lagi bagaimana perasaan si ibu tersebut. Ibu itu menjawab bahwa dia marah kepada Alqamah, karena dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan ibunya dan dia juga durhaka. Maka Rasul bersabda, “Sesungguhnya, kemarahan sang ibu telah menghalangi lisan Alqamah sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat. Wahai Bilal pergilah dan kumpulkan kayu bakar yang banyak.”

Si ibu bertanya untuk apa kayu bakar tersebut. Rasul menjawab, “ Saya akan membakar Alqamah di hadapanmu. Ibu itu berkata bahwa dia tidak tahan jika Rasul membakar anaknya di hadapannya. Rasul membalas, “Wahai Ibu Alqamah, sesungguhnya adzab Allah lebih pedih dan lebih langgeng, kalau engkau ingin agar Allah mengampuninya maka relakan anakmu Alqamah, demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, salat, puasa dan sedekahnya ridak akan memberinya manfaat sedikitpun selagi engkau masih marah kepadanya.”

Akhirnya sang ibu rela dan ridho pada Alqamah. Dan Alqamah pun dapat mengucapkan syahadat dan kemudian Alqamah meninggal dunia. Pembaca yang budiman, kisah ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang melebihkan istrinya daripada ibunya, dia akan mendapatkan laknat dari Allah dan para malaikat. Allah tidak akan menerima amalan kita kecuali jika kita mau bertobat dan berbuat baik kepada ibu kita serta meminta ridhonya. Karena ridho Allah tergantung pada ridho ibu. Wallahu a’lam bish-shawabi.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Juni 2021
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930