SEKILAS INFO
: - Minggu, 01-08-2021
  • 3 hari yang lalu / Alhamduillah puji syukur kepada Allah SWT Bapak dan Ibu Guru Karyawan SMKN 1 Tuntang berhasil mengkhatamkan Al Quran untuk kedua kali.
  • 1 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Dengan semangat berkurban kita galang jogo tonggo dan eling lan ngelingke di masa pandemi Covid-19
  • 2 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI yang telah melakukan vaksinasi tahap 2 terhadap guru dan karyawan.
Learning Loss di Dunia Pendidikan

Sebenarnya istilah Learning Loss tidak asing dalam dunia Pendidikan. Jauh sebelum masa pandemi Indonesia sudah mengalami Learning Loss yang terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya (1) adanya kesenjangan kualitas pendidikan di beberapa wilayah Indonesia; (2) kondisi putus sekolah karena faktor ekonomi; (3) sengaja berhenti dari sekolah karena menderita trauma atau kehilangan kepercayaan diri; dan (4) tidak mendapat kesempatan memperoleh Pendidikan karena beberapa faktor internal/ eksternal.

The Education and Development Forum (2020) mengartikan bahwa learning loss adalah situasi dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan.

Jika dulu Learning Loss mengacu pada beberapa faktor, kini di masa pandemi, istilah Learning Loss lebih mengacu pada hilangnya kesempatan belajar serta berkurangnya intensitas interaksi dengan guru saat proses pembelajaran secara tatap muka. Itulah mengapa istilah Learning Loss jarang didengar saat sebelum pandemi karena dianggap intensitas interaksi siswa dan guru tidak mengalami hambatan saat proses pembelajaran tatap muka. Selama kurang lebih 1,5 tahun, pendidik terus menjalankan tugasnya sebagai pendidik sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. Upaya menghindari Learning Loss  telah dilakukan oleh sekolah antara lain;

Pertama, Sekolah yang pendidiknya memfasilitasi siswa dengan Learning Management System (LMS) sebagai platform digitalisasi sekolah. Dengan menggunakan LMS maka interaksi antara guru dan siswa tetap terjalin. Seluruh proses pembelajaran terstruktur dan tersistem serta dilaksanakan secara sinkronus dan asinkronus. Siswa tetap mendapatkan hak belajar.

Kedua, Sekolah yang memadukan daring dan luring dengan menggunakan platform digital lainnya. Seperti aplikasi Whatsapp (WA), Video Call WA, atau media lainnya yang dikolaborasikan dengan tatap muka terbatas di sekolah sehingga interaksi guru dan siswa tetap bisa dilaksanakan walaupun dalam kondisi terbatas

Ketiga, Sekolah yang tetap mengadakan pertemuan tatap muka karena wilayahnya masuk zona hijau atau kuning. Sekolah melakukan tatap muka dan guru melakukan home visit ke rumah siswa yang memiliki keterbatasan ataupun ketidaktersediaan jaringan internet dan platform IT.

Learning Loss hanya akan terjadi jika ada sekolah yang sama sekali tidak melaksanakan proses pembelajaran apapun selama masa pandemi atau sekolah tidak melaksanakan salah satu dari tiga proses pembelajaran seperti di atas. Maka diasumsikan  Learning Loss  tidak akan terjadi jika sekolah mampu mengawal proses pembelajaran sesuai kondisi dan situasi.

Pendidik juga wajib terus belajar agar kompetensinya terus bertumbuh, upaya tersebut dapat dikembangkan diantaranya : Pertama,Pendidik harus terus mengembangkan kompetensi professional dengan kemampuan digital sesuai tugas pokok dan fungsinya. Kedua, Pendidik wajib mengembangkan kompetensi pedagogic dengan mengikuti pelatihan atau bimbingan teknis yang bersentuhan dengan Pendidikan dan pembelajaran. Ketiga, Pendidik wajib mengembangkan kompetensi kepribadian dengan lebih memahami keberagaman dan kebutuhan siswanya. Keempat, Pendidik wajib mengembangkan kompetensi sosial dengan menjalin hubungan, membentuk komunitas, membentuk jejaring, berkolaborasi, dan sering berdiskusi dengan orang/ tokoh/ media lainnya.

Penulis : Aristiani, S.Pd
Editor : Nurul Rahmawati, M.Pd

Pengumuman sebelumnyaTipe Ingenue, Si Feminin Yang Lemah Lembut Pengumuman setelahnyaCerpen Menanti Matahari Seri 1

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Agenda

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Agustus 2021
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031