SEKILAS INFO
: - Minggu, 01-08-2021
  • 3 hari yang lalu / Alhamduillah puji syukur kepada Allah SWT Bapak dan Ibu Guru Karyawan SMKN 1 Tuntang berhasil mengkhatamkan Al Quran untuk kedua kali.
  • 1 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Dengan semangat berkurban kita galang jogo tonggo dan eling lan ngelingke di masa pandemi Covid-19
  • 2 minggu yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI yang telah melakukan vaksinasi tahap 2 terhadap guru dan karyawan.
Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Pendaftaran peserta didik baru tahun pelajaran 2021/2022 berakhir kemarin hari Kamis 24 Juni 2021. Di menit akhir pendaftaran masih terlihat anak-anak SMP yang datang ke sekolah untuk mendaftar. Tercatat oleh panitia sampai detik terakhir pendaftaran terdapat 220 anak kelas 9 SMP. Sebuah angka yang banyak bagi SMKN 1 Tuntang. Ini berarti meningkat 100 persen jumlah pendaftar dibanding PPDB tahun kemarin.

Satu pikiran yang terlintas setahun yang lalu adalah apa yang akan menjadi daya tarik sekolah ini. Jika analisanya berdasarkan model SWOT sudah pasti banyak kelemahan dibanding kelebihan. Saya berpikir out of box, di luar kotak atau ada juga yg mengatakan berpikir liar. Satu yang harus punya dari sekolah ini adalah nilai tambah. Apa maksudnya Nilai Tambah? ketika anda hidup, hidup adalah nilai tambah. ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standard. Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah nilai standar.

Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah dibanding orang lain. Kita harus membuat nilai tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada. Demikian juga sekolah ini, saya harus bikin beda dengan sekolah yang lain. Mengelola sekolah ini juga harus punya nilai tambah. Jika nilai tambah di dapat maka pelan tapi pasti kemajuan sekolah tinggal menunggu waktu.

Nilai tambah untuk sekolah sangat ditentukan oleh Kepemimpinan Pembelajaran. Eggen dan Kauchak mengatakan bahwa Kepemimpinan pembelajaran adalah tindakan yang dilakukan (Kepala sekolah) dengan maksud mengembangkan lingkungan kerja yang produktif dan memuaskan bagi guru, serta pada akhirya mampu menciptakan kondisi belajar siswa meningkat. Secara implisit definisi ini mengandung maksud bahwa kepemimpinan pembelajaran merupakan tindakan yang mengarah pada terciptanya iklim sekolah yang mampu mendorong terjadinya proses pembelajaran yang optimal.

Thomas Sergiovanni mengusulkan salah satu model kepemimpinan pembelajaran. Dia mengidentifikasi lima gaya kepemimpinan yaitu  (1) teknis/keterampilan,        (2) manusia, (3) pendidikan, (4) simbolik, dan (5) budaya. Aspek teknis menangani kepemimpinan instruksional dengan praktek-praktek tradisional manajemen topik yang biasanya dibahas dalam teori administrasi, seperti perencanaan, manajemen waktu, teori kepemimpinan, dan pengembangan organisasi.

Komponen manusia mencakup semua aspek interpersonal kepemimpinan pembelajaran penting untuk berkomunikasi, memotivasi, dan memfasilitasi sebagai peran kepala sekolah. Gaya pendidikan melibatkan semua aspek pembelajaran-pengajaran dalam peran kepala sekolah, pembelajaran, dan melaksanakan kurikulum. Simbolis dan budaya mungkin yang paling sulit dipahami dari segi deskripsi dan pemahaman. Mereka berasal dari instruksional kemampuan pemimpin untuk menjadi simbol dari apa yang penting dan tujuan tentang sekolah (Simbolik) serta untuk mengartikulasikan nilai-nilai dan kepercayaan organisasi dari waktu ke waktu (Budaya).

Keberhasilan kepala sekolah efektif sebagai pemimpin pembelajaran antara lain ; pertama, sebagai penyedia sumber daya; menunjukkan kemampuan dan manajemen waktu dan sumber daya yang secara efektif, menunjukkan kondisi kelas sebagai master pengubah, dan mampu mengenal dan memotivasi anggota staf sekolah, Kedua, sebagai sumber instruksional’ terlihat dan memajukan kondisi kelas yang efektif untuk menunjang hasil belajar, mendorong staf pengajar untuk menggunakan berbagai macam materi pengajaran dan strategi belajar mengajar, memberikan perhatian dan mampu mengembangkan gagasan inovatif. Ketiga sebagai komunikator, menyampaikan visi sekolah secara jelas, memahami tujuan sekolah serta mampu menerjamahkan, membina hubungan.

Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran diharapkan memiliki kemampuan dan kelebihan, yaitu yang pertama berpikir untuk mengendalikan organisasi atau kelompok kerja yang dipimpinnya. Kedua Kepribadian, khusus yang berkaitan dengan semangat, keuletan, ramah tamah, stabil emosi, jujur dan rendah hati, sederhana dan disiplin. Dan ketiga merumuskan kebijakan, memahami dan mengetahui perilaku dan tinggkat kepuasan kerja guru atau staf yang dipimpinnya. Banyak hal yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam kaitannya sebagai pemimpin pembelajaran. Fungsi tersebut hanyalah merupakan salah satu bagian dari keseluruhan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan.

Jabatan kepala sekolah adalah jabatan yang mempertaruhkan kemampuan atau kompetensi profesional, dan tidak sekedar mempersyaratkan modal pengalaman dan prestasi mengajar yang baik. Kompetensi manajemen pendidikan yang dilengkapi dengan keterampilan konseptual, memiliki sertifikasi kepala sekolah sebagai pemimpin masa depan yang efektif dengan stakeholders, jelas dalam menyampaikan sesuatu baik lisan maupun tulisan. Keempat, kehadirannya bermakna; mampu berinteraksi dan mempengaruhi seluruh lingkungan sekolah (Guru, staf, siswa dan petugas lainnya).

Penulis : Ardan Sirodjuddin, Kepala SMKN 1 Tuntang

Pengumuman sebelumnyaTak Perlu Resah Di Tengah Wabah Pengumuman setelahnyaMelihat dari Dua Sisi

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Agenda

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Agustus 2021
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031