
Adab dan ilmu merupakan pondasi yang harus dimiliki oleh setiap pendidik. Adab berasal dari Bahasa Arab yaitu addaba- yu addibu yang berarti mendidik atau pendidikan. Sehingga adab dapat diartikan sebagai sikap kesopanan, etika dan kehalusan budi pekerti. Dalam lingkungan pendidikan adab harus dicontohkan oleh seorang pendidik kepada murid. Pendidik yang beradab selalu memberikan nasihat yang baik, memotivasi, memfasilitasi dan mendorong murid untuk dapat menjadi pribadi yang baik. Melalui peraturan sekolah dan kesepakatan kelas yang dibuat bersama antara pendidik dan murid diharapkan mampu membentuk karakter – karakter baik pada murid. Penerapan adab di sekolah terjadi pada proses pendisiplinan murid di lingkungan sekolah maupun di dalam kelas. Proses pendisiplinan murid bukanlah hal yang mudah dilakukan sendirian oleh seorang pendidik dan membutuhkan kerja keras yang tinggi karena murid memiliki latar belakang kondisi sosial, ekonomi dan budaya yang berbeda-beda. Proses pendisiplinan murid akan berjalan dengan baik apabila terdapat komitmen yang baik antara pendidik, murid dan orang tua/wali murid yang bersinergi untuk kebaikan masa depan murid.
Sedangkan kata ilmu merupakan serapan dari Bahasa Arab yaitu ‘ilm atau dari akar kata ‘alima yang berati mengetahui, memahami atau mengerti. Sehingga ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Penerapan ilmu di dunia pendidikan yaitu proses pendidik mentransfer pengetahuan kepada murid dengan berbagai metode, model dan pendekatan pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman murid. Pendidik selalu melakukan inovasi pembelajaran demi mewujudkan hasil belajar murid yang maksimal baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Ilmu sangatlah penting dimiliki oleh setiap manusia, karena orang memiliki ilmu akan diangkat derajatnya. Murid yang dapat belajar secara sungguh – sungguh dan tekun tentunya akan mendapatkan bekal hidup yang matang dan siap ditempatkan dimanapun dan dalam kondisi apapun.
Lantas manakah yang harus didahulukan? Adab ataukah ilmu? Pepatah mengatakan ‘Ilmu tanpa adab ibarat pohon tanpa akar.’ Meskipun terlihat megah, besar dan rindang namun pohon itu akan mudah roboh dan mati karena tidak memili akar yang berfungsi sebagai pondasi. Banyak orang memiliki ilmu tinggi tetapi tidak beradab yang menjadikannya sombong angkuh, mudah untuk berkata kasar serta menjadikan manusia lupa atau mengesampingkan akan amanah yang diperoleh baik amanah kepada Allah, amanah kepada sesama manusia dan amanah kepada diri sendiri. Berdasarkan pepatah tersebut menjelaskan bahwa pentingnya manusia mendahuluhan adab sebelum atau bersamaan dengan menuntut ilmu. Dengan adab, ilmu yang dimiliki akan menjadi berkah, bermanfaat dan tidak akan disalahgunakan serta membentuk karakter manusia yang baik. Pendidik akan selalu berusaha mengantarkan murid untuk mendapatkan keduanya yaitu adab dan ilmu.
Penulis : Nazillatur Rohmiyati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang
Editor : Nurul Rahmawati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang



