
Masyarakat Jateng yang beragama tentulah mengerti apa itu bersyukur. Bersyukur adalah bentuk terima kasih atas apa yang kita terima oleh Yang Maha Kuasa. Adapun bentuk syukur di masyarakat bermacam macam. Mulai dengan pesta makan minum, bernyanyi, berzikir, bahkan mengadakan konser. Berikut merupakan cara bersyukur yang benar dan disyariatkan agama. Ustadz Yazid Jawas menekankan bahwa cara bersyukur yang paling utama adalah dengan menjalankan tauhid, yaitu mengesakan Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya. Selain itu, bersyukur juga dilakukan dengan hati, lisan, perbuatan, serta dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Berikut adalah beberapa cara bersyukur menurut Ustadz Yazid Jawas Rahimatumullah.
Pertama tauhid, yakni meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kedua syukur dengan hati, yakni merasa puas dan senang dengan apa yang telah Allah berikan, serta menerima segala ketetapan-Nya dengan lapang dada. Ketiga, syukur dengan lisan, yaitu mengucapkan kalimat pujian kepada Allah, seperti ‘alhamdulillah’ dan mengakui bahwa segala nikmat berasal dari-Nya. Keempat, syukur dengan perbuatan, yaitu menggunakan nikmat Allah untuk hal-hal yang diridhoi-Nya, seperti beribadah, beramal sholeh dan membantu sesama. Kemudian melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ini merupakan bentuk syukur yang paling hakiki, karena menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Selanjutnya senantiasa mengingat Allah dengan dzikir. Dengan berdzikir, hati akan selalu terhubung dengan Allah dan selalu merasa bersyukur atas segala nikmat-Nya.
Dengan menjalankan cara-cara bersyukur tersebut di atas, seorang muslim diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. Ustad Yazid Jawwaz adalah salah satu ratusan ustad di Indonesia yang selalu mengisi kajian islam. Bedanya ialah beliau berada di barisan ustad dan para alim yang membawa pemurnian akidah dan tauhid untuk kembali pada sunnah Nabi di Indonesia. Beliau bersama sama ustad lain seperti ustad Khalid Basalamah, Syafiq Riza basalamah, Ustad Ammi Nur Baiti, ustad Rumasyo, Firanda Andirja, dan banyak lagi.
Penulis : Bramantiyo Tri Asmoro, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang
Editor : Nurul Rahmawati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang



