SEKILAS INFO
: - Minggu, 13-06-2021
  • 4 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Merayakan Imlek 2572
  • 11 bulan yang lalu / Selamat datang siswa baru SMKN 1 Tuntang tahun pelajaran 2020/2021
  • 1 tahun yang lalu / SMKN 1 Tuntang menerima peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2020/2021. Info detail silahkan klik link berikut : https://bit.ly/PPDBSMKN1Tuntang
Belajar Matematika dari Keripik dan Pizza

Sampai saat ini bagi sebagian besar peserta didik, belajar matematika masih menjadi suatu  momok. Peserta didik beranggapan bahwa matematika adalah hal yang sangat rumit, karena berhubungan dengan banyak angka dan rumus. Hal ini membuat prestasi mereka menurun, sehingga motivasi belajarpun cenderung menurun juga. Jika sudah begitu, maka guru harus bekerja lebih keras lagi untuk memotivasi serta menanamkan bahwa ilmu matematika itu sebenarnya mengasyikkan dan bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini viral di media sosial bahwa matematika bisa dipelajari dari makanan. Pertama, seperti yang dilansir dari Instagram Campuspedia bahwasanya kita bisa belajar matematika dari keripik kentang. Secara matematika, bentuk dari keripik kentang adalah hyperbolic paraboloid. Hyperbolic paraboloid yaitu bentuk geometri ruang terdiri dari 2 buah lengkungan parabola pada arah yang berbeda. Ternyata bentuk keripik kentang mengikuti bentuk persamaan . Selain memberi keindahan, bentuk hyperbolic paraboloid juga memberi beberapa keuntungan pada keripik kentang. Hal ini memungkinkan penumpukan chip keripik kentang lebih mudah dan juga meminimalkan kemungkinan chip rusak selama transportasi. Selain itu, bentuk hyperbolic paraboloid pada keripik kentang membuat pola patahan sulit diprediksi. Hal ini memberi rasa puas dan sugesti kerenyahan saat kita mengunyah keripik kentang.

Kedua, kita bisa belajar matematika dari makanan khas Italia yaitu pizza berdasarkan apa yang disampaikan oleh youtuber bernama Jerome. Jerome mengangkat topik Remarkable Theorem. Apa itu remarkable theorem? Singkatnya teori ini adalah teori tentang lengkungan, yaitu lengkungan positif (, lengkungan negatif (dan lengkungan nol (-). Suatu benda jika tidak dirobek dan tidak dilipat atau dirusak, maka akan selalu mempertahankan nilai kelengkungannya. Saat kita mengambil potongan pizza yang berbentuk segitiga, maka bagian ujungnya tidak lurus, akan melengkung ke bawah (lengkungan positif). Sehingga kita mengalami kesulitan saat memakannya. Untuk itu kita harus menerapkan remarkable theorem. Dengan cara menekuk bagian tengahnya, jadi bagian pizza yang tadi melengkung ke bawah bisa lurus, menjadi lengkungan nol dan dapat dimakan dengan mudah.

Setelah kita tahu bahwa matematika sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, bahkan bisa dipelajari melalui makanan, maka tidak ada lagi alasan menganggap matematika sebagai momok. Sehingga peserta didik juga tidak merasa ‘dihantui’ oleh angka-angka dan rumus-rumus yang ada di matematika. Matematika akan terasa seru dan menyenangkan jika peserta didik mengetahui bahwa matematika berhubungan erat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi peserta didik yang sedang belajar matematika.

 

Penulis : Tutik Widiyandari, S.Pd.
Editor : Nurul Rahmawati, M.Pd.

Pengumuman sebelumnyaTeknologi Pendidikan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Pengumuman setelahnyaLima Idiom Bahasa Inggris Bertema Makanan

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Juni 2021
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930