SEKILAS INFO
: - Kamis, 30-04-2026
  • 7 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang untuk pertama kalinya meluncurkan E-Mading dari kelas XII Busana. Kunjungi E-Mading kami berikut ini https://sites.google.com/smkn1tuntang.sch.id/emadingsmkn1tuntang/
  • 1 tahun yang lalu /
  • 2 tahun yang lalu / DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 78 MERDEKA NEGERI KU MERDEKA BANGSA KU
Belajar Sejarah dengan Card Sorting

Anggapan tentang tidak pentingnya pelajaran Sejarah sering mendominasi pemikiran siswa sehingga banyak di antara mereka kurang berminat untuk mempelajari Sejarah. Guru banyak menjelaskan dan siswa kurang diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan temannya. Siswa hanya mendengar, sehingga keaktifan kegiatan belajar mengajar kurang. Dalam pengamatan guru, ketika guru hanya berceramah ada dua reaksi yang ditimbulkan siswa. Bagi siswa yang menyukai cara tersebut akan terlena dengan penyampaian materi dari guru sehingga materi tidak dapat mengena kepada siswa. Bagi siswa yang tidak menyukai cara tersebut, mereka akan merasa bosan dan tidak memperhatikan sehingga materi juga tidak mengena. Menurut August Herman Naiola (1992:9-10), materi sejarah merupakan materi yang abstrak dan peristiwa sejarahnya terjadi di masa lampau, maka dituntut kemampuan guru untuk dapat mengkongkritkan materi yang masih abstrak tersebut sehingga mudah dipahami oleh siswa. Supaya proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik dapat ditempuh dengan cara peserta didik harus terlibat dan ikut serta ambil bagian secara aktif dalam setiap mata pelajaran.

Metode Pembelajaran Card Sorting merupakan strategi pembelajaran menggunakan potongan-potongan kertas yang dibentuk seperti kartu berisi informasi atau materi pelajaran. Materi Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia, khususnya Zaman Praaksara merupakan materi yang cukup kompleks dan banyak istilah-istilah asing yang belum pernah didengar oleh peserta didik. Guru memilih metode ini dengan tujuan supaya peserta didik kelas X (sepuluh) terlibat aktif dalam mengurutkan pembagian zaman batu beserta ciri-cirinya. Modal yang dibutuhkan pun juga cukup mudah dan murah. Yaitu kertas HVS warna, HVS putih untuk menempelkan potongan kertas/kartu, lem dan amplop untuk meletakkan potongan-potongan kertas/kartu. Saat metode ini diterapkan di SMK Negeri Satu Atap Tuntang, ternyata hampir seluruh anak kelas X antusias dalam mencari informasi di internet dan mengurutkan kartu-kartu tersebut dengan benar. Bahkan mereka saling berkompetisi antar kelompok untuk menyelesaikannya dengan baik. Peserta didikpun merasa metode pembelajaran card sorting ini lebih efektif diterapkan pada mereka yang kurang menyukai metode ceramah. Belajar Sejarah ternyata juga bisa seru dan menyenangkan.

 

Penulis : Sukma Windyasari, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang

EditorĀ  : Nurul Rahmawati, M.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang

1 komentar

Agus windarto, Rabu, 15 Feb 2023

Sangat mendukung kegiatan dan program sekolah agar anak selalu ingat sejarah dan perjuangan para pendahulu

Balas

Tinggalkan Balasan ke Agus windarto Batalkan balasan

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50773
TELEPON 085641080982
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930