
Sejumlah guru dan murid SMKN 1 Tuntang, telah mengikuti Festival Literasi Jawa Tengah 2025, antologi puisi bertema Ibu dan Perjuangan. Festival Literasi Jawa Tengah 2025 melibatkan para tokoh daerah, guru, murid SMA/SMK se-Jawa Tengah, serta masyarakat umum untuk berkarya dan berbagi kisah. SMKN 1 Tuntang berpartisipasi dalam event tersebut dengan mengirimkan 1 karya puisi dari kepala sekolah, 7 karya guru serta 40 karya murid. Karya puisi yang telah dikumpulkan selanjutnya dicetak, dibukukan dan diterbitkan pertama kali oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM), yang beralamat di Karangduren RT/RW. 2/4, Kebonarum, Klaten, Jawa Tengah 57486. Antologi puisi atau buku berisi karya puisi tersebut dikirimkan kembali ke SMKN 1 Tuntang. Antologi ini sudah bisa dibaca di perpustakaan oleh seluruh warga SMKN 1 Tuntang. Selain itu, karya puisi dari SMKN 1 Tuntang juga mendapatkan penghargaan berupa piala dan piagam. Berikut merupakan penggalan puisi dari Kepala SMKN 1 Tuntang, Bapak Nanang Nurdiyanto, S.Pd., M.Eng.
Sepagi itu kau bangun, menengadah doa untuk anak-anakmu Ibu
Bergegas meski tubuh lemas, menuju dapur meski usia sudah uzur
Tanpa Lelah, engkau selalu ke sawah
Mengolah tanah untuk penghasilan yang berkah
…
Dalam bionarasinya, Bapak Nanang Nurdiyanto, S.Pd., M.Eng. mengungkapkan bahwa beliau merupakan seorang anak petani yang mendapatkan limpahan kasih. Orang tua, utamanya ibu telah mencurahkan semuanya sehingga beliau bisa bersekolah di UNY dan UGM. Di sisi lain, Ibu Aristiani, S.Pd., Kajur Busana SMKN 1 Tuntang, menambahkan bahwa melalui Festival Literasi Jawa Tengah 2025, dengan antologi puisi tema Ibu dan Perjuangan maka guru dan siswa mampu secara bersinergi untuk menggiatkan literasi. Selesainya antologi ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi SMKN 1 Tuntang. “Menulis buku kumpulan puisi bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan inspirasi bagi pembaca. Literasi menulis sangat penting dalam pendidikan karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan komunikasi murid,” imbuhnya. Harapannya, budaya literasi di bidang pendidikan terus berkembang sehingga semakin banyak generasi muda yang gemar membaca, menulis dan berkarya. Dengan literasi yang kuat, kualitas pendidikan akan semakin maju dan mampu menciptakan sumber daya manusia yang cerdas serta berdaya saing. Bagi masyarakat sekitar yang ingin membaca karya puisi dari guru dan murid SMKN 1 Tuntang, bisa mengakses melalui tautan berikut https://acesse.one/kq6wb5d.
Penulis : Nurul Rahmawati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang




