SEKILAS INFO
: - Minggu, 19-09-2021
  • 1 bulan yang lalu / Pemenang Lomba Guru Menulis SMKN 1 Tuntang akan diumumkan hari ini pukul 09.45 WIB.
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Dirgahayu Propinsi Jawa Tengah ke 71
  • 1 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1443 H
Tadarus & Kultum: Diam yang Penuh Hikmah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim. Guten morning good readeres. How are you? It must be impressive! Alhamdulillah hari ini kita memasuki hari Kamis, 25 Maret 2021 yang hangat oleh mentari pagi. Seperti biasa kami awali hari sebelum bekerja dengan ibadah salat sunnah dhuha dan tadarus Al Qur’an. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Ibu Fajar Rosiatijati, S.Pd.

Kultum yang disampaikan berupa kisah berjudul Diam yang Penuh Hikmah. Kisah ini berasal dari ulama sekaligus sosok yang dijuluki Bapak Kedokteran Dunia, yaitu Ibnu Sina. Pada suatu hari Ibnu Sina melakukan perjalanan dengan kudanya. Di suatu tempat yang dianggap nyaman, ia berhenti untuk beristirahat. Kuda diikat di tempat teduh dan diberi makan jerami yang dicampur rumput.  Sedangkan Ibnu Sina sendiri duduk di tempat lebih teduh tak jauh dari kuda sambil menikmati bekalnya.

Tiba-tiba datang seorang menunggang keledai. Ia turun dan mengikat keledai berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina. Dengan maksud agar keledainya bisa makan jerami juga. Dan orang tersebut pun duduk dengan Ibnu Sina. Ketika ia duduk dan makan, Ibnu Sina mengingatkan, “Jauhkan keledaimu dari kudaku supaya tidak ditendang.” Orang yang diajak bicara itu tersenyum sambil menoleh ke kuda dan keledai. Namun, “plak,”  si keledai ditendang kuda hingga terluka. Setelah itu pemilik keledai marah-marah kepada Ibnu Sina dan meminta tanggung jawabnya. Ibnu Sina diam saja. Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta agar Ibnu Sina membayar atas luka cidera keledainya.

Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina terdiam. Hakim kemudian bertanya kepada orang yang mengadu, “Apakah dia bisu?” Orang itu menjawab, “Tidak, tadi dia bicara padaku.” Hakim bertanya lagi, “Apa yang ia katakan?” Orang itu kembali menjawab, “Jangan dekatkan keledaimu nanti ditendang kudaku.” Setelah mendengar jawaban itu, sang Hakim tersenyum dan berkata kepada Ibnu Sina, “Anda ternyata pintar. Cukup diam dan kebenaran terungkap.” Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada Hakim, “Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang bodoh selain dengan diam. Dan nantinya kebenaran akan menunjukkan jalannya sendiri. Itulah sebabnya mengapa saya memilih diam.”

Itulah kisah yang mengandung pembelajaran sangat berharga. Semoga good readers bisa mengambil manfaatnya, aamiin ya rabbal alamin.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Agenda

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930