Mewujudkan SMKN 1 Tuntang Berkumandang

Menentukan pilihan sekolah usai lulus dari bangku SMP sangatlah penting bagi calon peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya. Apalagi banyaknya pilihan sekolah yang berlomba-lomba menawarkan berbagai program keunggulan baik dari segi kualitas maupun kuantitas serta sarana dan prasarana pendukungnya untuk menarik dan menjaring minat calon peserta didik terutama pendidikan vokasi saat ini. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset danTeknologi dengan program Revitalisasi sekolah menengah kejuruan diharapkan mampu membenahi system pendidikan vokasi di Indonesia sebagai institusi pendidikan yang bisa menyediakan teknisi keahlian madya terbesar dan bervariasi baik dari sisi peluang kerja maupun dari sisi purna pendidikan, atau bagi siswa yang tidak punya kesempatan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Sehingga jenjang pendidikan jalur vokasi tidak hanya mampu mencetak tenaga yang siap kerja namun lebih utama mampu menghasilkan tamatan berkarakter, pengembangan keunggulan lokal, dan mumpuni untuk bersaing di pasar global. Sehingga SMK benar-benar menjadi partner bagi industri guna menjaga kualitas lulusan sesuai kebutuhan industri. Untuk mendukung hal tersebut setidaknya, ada tiga alasan yang mendasar untuk memajukan pendidikan vokasi di SMKN 1 Tuntang. Pertama, SMK berperan sebagai elevator atau tangga tercepat dari masyarakat yang berasal dari kalangan kurang mampu untuk bisa menaikkan taraf hidupnya. Kedua, lulusan SMK bisa memiliki pilihan dalam hidupnya,pilihan untuk bekerja atau berwirausaha sesuai dengan kompetensinya. Ketiga SMK mampu mendukung pertumbuhan sector ekonomi dan industri di Indonesia.sebab lulusan SMK saat ini telah distandarisasi sesuai dengan standar KKNI atau Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang dipersyaratkan oleh Bandar Nasional Standarisasi Profesi sehingga mampu bekerja pada bidang-bidang profesional ataupun kegiatan kerja mandiri.
SMKN 1 tuntang sebagai SMK yang visioner dan mempunyai daya dukung sumber daya manusia yang mumpuni untuk menjalankan civitas akademik perlu penataan dan pengembangan vokasi khususnya untuk mewujudkan SMK sebagai pusat keunggulan yang digaungkan perintah melalui kebijakan merdeka belajar salah satunya program Center of Excellence(CoE) sebagai jembatan antara Industri dan dunia kerja (Induka) dan Sekolah kejuruan. Pengembangan center of excellence di pendidikan vokasi hendaknya tidak hanya sekadar pelabelan nama saja, tetapi diperlukan standardisasi sumber daya, model bisnis, indikator kinerja dan pengukurannya, serta tata kelolanya sehingga menunjukkan keunggulan yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, khususnya pengguna lulusan dunia usaha dan industry. Langkah – langkah yang perlu segera di eksekusi untuk mewujudkan CoE tersebut, saran dari penulis yaitu segera melakukan reskillings dan upskilling SDM pendidikan vokasi, khususnya pada pengembangan kompetensi baru yang dibutuhkan di pasar kerja dan pembelajaran di era revolusi 4.0. Modernisasi fasilitas dan sarana prasarana untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran abad 21 yakni mengadopsi kemajuan teknologi berupa pengembangkan learningspace dan makerspace.
Dan perlu pengembangkan kurikulum yang lebih fleksibel dan kontekstual mengintegrasikan pembelajaran di sekolah, di masyarakat, dan di industri. Untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi yang relevan sesuai potensi wilayah, problem solving di kehidupan bermasyarakat, dan pekerjaan di masa depan (penggunaan teknologi tepat guna, membuat aplikasi, dan menjalankan bisnis secara digital) dan penguasaan bahasa internasional perlu menjadi perhatian khusus. Dalam peningkatan kerjasama industri perlu implementasi dalam kegiatan riset, pelatihan, resource sharing, belajar mengajar, sertifikasi kompetensi, magang, dan penempatan kerja. Serta mengembangkan inovasi produk dan inkubator bisnis untuk menumbuhkan start up bisnis, mulai dari analisis pasar, ide, rencana bisnis, hingga mendirikan dan mengelola usaha secara nyata dalam pengembangan kurikulum kewirausahan digital. Terkait hail ini maka inovasi pembelajaran dengan pengoptimalkan penggunaan dan pengembangan teknologi 4.0 seperti pembelajaran daring, artificial intelligent, media virtual reality/augmented reality, 3D printing, smart technology, big data analysis, dan machine learning perlu diterapkan demi memenuhi ketercapaian sesuai keinginan pengguna purna pendidikan.Tata kelola dan kepemimpinan dengan menerapkan good school governance juga tidak kalah penting sebagai parameter keberhasilan sekolah.

Sosial Kultur SMKN 1 Tuntang

Sampai saat ini di SMKN 1 Tuntang membuka/menyediakan tiga bidang keahlian, yakni tata busana, teknik sepeda motor dan teknik computer jaringan. Menyikapi perubahan jaman yang begitu cepat SMKN 1 Tuntang dengan sigap dan tanggap membaca peluang arah dan alur perubahan tersebut salah satunya dengan dibukanya program keahlian Teknik computer dan jaringan sebagai jawaban atas tantangan perubahan lompatan teknologi yang serba digital ditandai dan dimulai dengan adanya wabah pandemic corana19. Konsep ini sebenarnya sesuai dengan desain awal SMKN 1 tuntang yang jauh-jauh sebelumnya sudah memprediksi bahwa kedepan tantangan jaman begitu rumit dan komplek maka diperlukan strategi dan langkah kongkrit, yaitu SMK yang mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat serta proses pembelajarannya pun diarahkan pada kemandirian untuk menciptakan peluang usaha bukan pencari kerja. Sehingga Siswa diberi kebebasan untuk berinovasi dan berkreativitas sesuai dengan bidangnya. Lantas guru hanya mediator dan menyampaikan permasalahannya. Sementara solusinya diserahkan kepada siswa. Dengan demikian, siswa terlatih berinovasi menciptakan ide-ide baru untuk dikritisi guru dan teman-temannya untuk kemudian diperbaiki. Serta di sisi lain, secara tidak langsung communication skill siswa juga terasah dan trampil.
Selain itu, guru-guru SMKN 1 tuntang dalam mengajar juga mengajarkan sosial kultur guna memberikan bekal siswa dalam berinteraksi dan bersosialisasi di lingkungan kerja kelak. Sehingga tak perlu diragukan lagi dalam beradaptasi dalam dunia kerja. Ini terbukti dari serapan lulusan di dunia kerja dan dunia industry, lulusan SMKN 1 tuntang mampu bersaing secara akademik dan beretika. Sehingga benar-benar terwujud SMKN 1 berkumandang tidak hanya dituntang melainkan sampai terdengar dipelosok pinggiran.

Penulis : Hajar Budi, S. Pi, Guru SMKN 1 Giritontro