Saya Bangga, Bahagia dan Sukses Dibesarkan Seorang Ibu yang Pintar Menjahit

Perjalanan hidup tiap insan berbeda, unik dan mengasikkan. Tahun 70-an saya tumbuh sebagai putri kecil yang bahagia. Tubuh mungil, rambut keriwil, namun tetap menarik perhatian karena selalu terbalut busana indah mempesona. Semua berawal dari keputusan bijaksana gadis desa yang memilih melanjutkan pendidikannya di sekolah ketrampilan keputrian sehingga pintar menjahit.

Di masa sekarang dikenal dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satunya SMK Negeri 1 Tuntang yang berdiri sejak tahun 2014 dan dikenal dengan SMK Satu Atap Tuntang. Beralamat di jalan Mertokusumo Candirejo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah.

Sekolah ini memiliki tiga kompetensi keahlian, salah satunya Tata Busana. Belakangan ini, perkembangan dunia fashion sangat pesat, dan banyak didukung oleh media, stylist, retailer, merchandiser, fotographer serta tekhnologi yang saling bersinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dalam perkembangan dunia fashion yang paling cepat pergantian model dan banyak digandrungi masyarakat adalah baju. Baju berkembang pesat desainnya karena dipengaruhi oleh budaya barat, tradisional bahkan trend fashion ala Korea yang sangat diminati seperti sekarang ini.

Namun pandemik merubah segalanya menjadi terasa susah. Sehingga harus lebih bijaksana dalam menentukan pilihan untuk masa depan. Banyak kendala, namun tetap ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Jeli, teliti dan bawa dalam doa untuk menyempurnakan pilihan.

Kompetensi keahlian Tata Busana SMK Negeri 1 Tuntang menjadi salahsatu solusi problema di masa pandemik. Dedikasi para guru dalam melayani, mengajarkan berbagai ketrampilan, mendesain, membuat pola, menjahit dan seluk beluk produksi busana dengan mengangkat kearifan lokal, memanfaatkan perkembangan trend masyarakat, sehingga mampu menyiapkan generasi yang handal dan kompeten. Bersinergi dengan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan akan semakin mempercepat pertumbuhan wirausaha muda yang mampu mandiri, tidak menjadi beban bagi orang lain, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Keterserapan Dunia Usaha, Dunia Industri sebagi tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki maupun kesiapan membekali peserta didik dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan wawasan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sudah tidak diragukan lagi.

Hal ini terlihat dari perubahan SMK Negeri 1 Tuntang dari tahun ke tahun semakin maju dan berkembang di berbagai bidang termasuk sarana prasarananya.

Kisah gadis desa yang sangat bijaksana memilih melanjutkan pendidikannya di sekolah ketrampilan keputrian pada masa itu, semoga menginspirasi. Hal tersebut mampu membuat putri kecilnya tampil ceria, fashionable meskipun dibuat dari bahan sederhana. Putri kecil tumbuh dewasa, meneladani kemandirian sang ibunda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan hingga menghantarkannya sukses mencapai cita-cita. Yaitu mengabdi menjadi guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK swasta yang cukup ternama di kota Semarang. Berkomitmen akan senantiasa bersinergi dengan kompetensi keahlian yang ada, termasuk Tata Busana. Salahsatunya selalu bangga dan bahagia memakai busana karya anak-anak kompetensi keahlian Tata Busana.

Seiring perkembangan di bidang fashion yang semakin menjanjikan, mampu mendorong perputaran ekonomi yang relatif terus meningkat, SDM sudah dipersiapkan, tentu akan menjadi peluang yang bagus. Untuk lulusan SMP/MTs yang mau melanjutkan di bidang Tata Busana, silahkan bergabung dengan SMK Negeri 1 Tuntang. Masa depan Anda akan dihantarkan oleh SMK Negeri 1 Tuntang.

Salam Sukses, selalu beruntung, hingga suatu hari ada cerita indah “Saya bangga, bahagia dan sukses dibesarkan oleh seorang ibu yang pintar menjahit“.

Penulis : Puput Muliana, Sarjana Pertanian, Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK Yayasan Pharmasi Semarang