Mengenal Slogan SMKN 1 Tuntang yang “ASIK SEKALI”

Slogan atau yang biasa disebut dengan semboyann atau motto merupakan kumpulan kata atau frase yang menarik, singkat, dan mudah diingat sebagai tuntunan (pegangan hidup), prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dsb. Slogan akan ditulis dengan mematuhi prinsip hemat, menarik, mudah diingat, dan persuasif (Kosasih, 2017: 29). Pengertian ini senada dengan pendapat Pardjimin (2005:33) yang menyatakan bahwa ciri khusus dari slogan adalah menarik, mencolok, dan mudah diingat dengan tujuan memberitahukan tujuan atau visi dari suatu organisasi, kegiatan, golongan, atau pun perusahaan. Slogan disampaikan dengan tujuan menyampaikan informasi, menghimbau, menyadarkan, memengaruhi, dan memotivasi pembaca/ orang lain. Dengan memiliki slogan, arah atau tujuan suatu organisasi menjadi lebih jelas hingga nantinya akan banyak dikenal oleh masyarakat.

Sebagai institusi Pendidikan, SMKN 1 Tuntang telah merancang slogan yang diperkenalkan oleh masyarakat. Slogan tersebut dibuat menjadi akronim “ASIK SEKALI”. Pembuatan slogan dengan akronim seperti itu sebetulnya sudah sangat tepat untuk memenuhi syarat kata-kata/ frase-frase menjadi sebuah slogan. Dalam pembuatannya, SMKN 1 sangat cerdas dalam memanfaatkan bahasa hingga slogan yang dihasilkan menjadi akronim yang mudah diingat dan diterima di telinga pembaca/ masyarakat. Apalagi slogan ini juga dibarengi usaha-usaha dari pihak sekolah untuk mewujudkan slogan tersebut. Slogan yang dinamai dengan akronim “ASIK SEKALI” ini merupakan kependekan dari Adaptif, Smart, Inovatif, Kompetitif, Self Relience Knowledgeable and Literate.

Adaptif merupakan sebuah sifat yang mudah menyesuaikan diri dengan keadaan apa pun. Kita tahu bahwa sekarang ini kita dihadapkan pada zaman teknologi informasi yang berkembang sangat cepat. Perkembangan ini tentunya menuntut kita sebagai pembelajar maupun pebelajar mampu untuk mengikutinya dengan cara menguasai teknologi. Kebetulan dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang memaksa institusi pendidikan mengubah cara belajar yang tadinya bertemu, tatap muka secara nyata, sekarang berubah menjadi tatap muka secara virtual atau bahkan ada yang hanya melalui chat dalam pembelajarannya.

SMKN 1 Tuntang hadir sebagai sebuah solusi untuk mengatasi hal ini. Dengan mengusung sekolah berbasis digital, sekolah ini telah menyediakan aplikasi e-learning untuk menjembatani pembelajaran antara murid-murid dengan para gurunya. Aplikasi ini sangat membantu para siswa maupun guru dalam belajar. Para guru belajar untuk bagaimana tampil di depan kamera dan menyampaikan materi jika tidak bertemu secara langsung, sedangkan siswa-siswinya juga bisa belajar materi  dengan menyenangkan seperti melihat video maupun berbicara langsung dengan para gurunya. Sungguh konsep e-learning yang dibangun ini tentu menjadi salah satu indikator bahwa SMK N 1 Tuntang telah menjadi sekolah yang benar-benar mampu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi seperti sekarang ini serta siap untuk menerima segala perubahan.

Smart merupakan kata dalam bahasa Inggris yang berarti cerdas. Kecerdasan ini merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap sekolah agar lulusannya berkualitas. kecerdasan yang dibangun oleh SMKN 1 Tuntang, pun juga tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Kecerdasan intelektual sekolah ini ditunjukkan dengan keberhasilannya dalam menyusun rencana kurikulum tahun pelajaran 2020/2021 sehingga mendapatkan juara dan penghargaan dari BPTIK Dikbud Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan seperti tadarus Alquran dan kultum yang dikemas dalam giat pagi juga telah dipersiapkan di sekolah ini guna melatih kecerdasan spiritual. Tidak lupa untuk mengasah kecerdasan emosionalnya, sekolah ini juga membantu mitra dalam memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan baik jenjang SD, SMP, maupun SMK.

Inovatif merupakan kata yang berarti memiliki cara berpikir untuk mendapatkan solusi-solusi yang baru dan kreatif. Sekolah yang inovatif akan selalu mempunyai solusi yang cerdas dalam setiap masalah. Dalam perjalanannya, SMKN 1 Tuntang telah sangat berpikir inovatif. Keinovatifannya dibuktikan dengan membuat jaringan, aplikasi, serta memberikan pelatihan untuk guru-guru dalam melaksanakan ulangan tanpa kertas di SMP Negeri 3 Ambarawa.  Selain di SMP 3 Ambarawa, keinivatifan SMK N 1 Tuntang juga diwujudkan dengan membangun jaringan komputer. Pengerjaannya dilakukan oleh siswa-siswi SMK N 1 Tuntang beserta guru pendamping. Harga yang ditawarkan pun juga terjangkau dengan kualitas yang sangat bagus.

Kompetitif berarti berhubungan dengan kompetisi. Kompetitif dapat diartikan sebagai usaha untuk mampu bersaing dengan yang lain. Sikap kompetitif SMKN 1 Tuntang dibuktikan dengan dilatihnya para guru untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pedagogik para guru dalam mempersiapkan pembelajaran baik daring maupun tatap muka sehingga mampu bersaing dengan guru-guru lainnya. Guru-guru di SMK N 1 Tuntang selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang melatih seluruh sivitas akademiknya mampu bersaing dengan sekolah lain.

Mungkin kita baru mendengar istilah self reliance. Self reliance merupakan sebuah sikap yang tidak bergantung dengan orang/ pihak lain. SMKN 1 Tuntang telah berusaha untuk mandiri atau tidak bergantung dengan sekolah lain. Sikap ini juga dilakukan dengan tidak hanya menerima bantuan dari orang lain, tetapi dengan memberikan bantuan kepada orang lain. Ketika melatih para guru untuk menyiapkan pembelajaran yang menarik pun, kepala SMKN 1 Tuntang menjadi narasumber utama dalam kegiatannya. Selain itu, Kepala SMKN 1 Tuntang juga memberikan pelatihan kepada guru-guru berstatus GTT SMK N 6 Semarang agar lolos P3K. Hal ini dapat dijadikan petunjuk bahwa SMKN 1 Tuntang mampu untuk tidak bergantung kepada orang lain.

Knowledgeable merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang berarti berpengetahuan luas. Seseorang yang ingin menjadi penulis, tentu harus berpengetahuan luas. Tidak hanya ketika ingin menjadi penulis, ingin menjadi pembicara pun sangat dibutuhkan pengetahuan yang luas. Pengetahuan yang luas ternyata telah dimiliki oleh Kepala SMK N 1 Tuntang beserta para guru mata pelajaran. Terbukti sudah banyak tulisan yang dihasilkan maupun pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada mitra.

Literate merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang dapat diartikan terpelajar, mampu menulis dan membaca. Sebagai seorang pendidik, para guru tentu harus mampu memahami informasi yang diterima, meramu, kemudian menyampaikan informasi tersebut dalam sebuah tulisan. Seluruh sivitas akademik di SMKN 1 Tuntang pun juga ternyata mampu untuk menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan yang dimuat dalam situs web, akun Facebook, dan Instagram. Tulisan-tulisan yang dihasilkannya pun juga menarik untuk dibaca serta sangat menambah informasi bagi pembacanya.

Jadi, sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan mutu, SMK N 1 Tuntang telah membuat slogan yang menunjukkan karakteristik yang dimilikinya. Karakteristik yang dimiliki ini akan sangat mampu untuk menjadi wadah para lulusan SMP yang akan menjadi calon siswa-siswi yang nantinya setelah menimba ilmu di SMK akan dapat bekerja secara profesional.

Penulis : Agus Laksono, Guru Bahasa Indonesia di SMK Yayasan Pharmasi Semarang