
Dalam upaya mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju, pendidikan bermutu untuk semua adalah komitmen yang harus selalu dipegang teguh. Komitmen ini tidak cukup diwujudkan hanya melalui pengalaman belajar intrakurikuler dan ekstrakurikuler saja, tetapi juga perlu diperkuat melalui kegiatan kokurikuler yang dirancang secara sistematis, bermakna dan kontekstual. Kokurikuler memiliki peran strategis untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas dan penerapannya dalam kehidupan nyata, sehingga murid dapat mengembangkan kompetensi secara lebih utuh dan kontekstual. Kompetensi dalam hal ini adalah delapan dimensi profil lulusan. Rancangan kegiatan kokurikuler sebaiknya dapat mendorong murid untuk bereksplorasi melalui aktifitas yang menyenangkan dan bermakna. Kokurikuler berisi kegiatan ekspresial, langsung, berorientasi pada tindakan dan berdasarkan keterampilan. Kolaborasi antar mata pelajaran dan mengkaitkan materi dengan program 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. Diharapkan murid dapat memahami, mengaplikasi dan merefleksi materi sesuai dengan isu serta permasalahan yang relevan.
SMK Negeri 1 Tuntang melaksanakan program kokurikuler dengan tema kearifan lokal. Dalam tema ini murid diharapkan mampu memahami kearifan lokal yang ada di lingkungannya. Murid menyadari mindful bahwa kearifan lokal yang ada di lingkungannya sangat beragam dan kaya. Hal ini dikaitkan dengan tema kebiasaan anak Indonesia hebat yaitu makan makanan bergizi juga berdasarkan pengamatan di lapangan, bahwa anak usia sekolah saat ini tidak memperhatikan konsumsi mereka. Mereka cenderung mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. Ciri makanan dan minuman yang tidak sehat yaitu mengandung pengawet, pewarna berbahaya, mengandung gula dan garam tinggi, makanan sangat pedas, makanan yang dibakar serta makanan mentah yang tidak higienis.
Program pembelajaran sekolah melalui kokurikuler harus meaningful, berupaya menyadarkan murid untuk memulai kebiasaan mengetahui, memilih makanan dan minuman yang sehat. Karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat bisa meningkatkan risiko timbulnya penyakit, menghambat perkembangan tubuh, mengurangi kecerdasan otak, mengurangi fungsi gerak anggota badan, bahkan menimbulkan kematian. Seperti saat ini makanan yang tren dikonsumsi remaja, umumnya makanan yang kurang sehat. Pengetahuan dasar tentang makanan sehat harus selalu diajarkan di lingkungan keluarga maupun sekolah. Makanan sehat dan bergizi terdiri dari beberapa kombinasi, seperti sayur, buah, kacang, umbi-umbian, dan sumber hewani. Namun, sebagian besar masyarakat belum mencukupi asupan buah dan sayur setiap harinya. Padahal, makanan kaya nutrisi ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam sehari, usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayur segar. Sebab, makanan ini mengandung tinggi vitamin, mineral dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Kegiatan mengolah masakan khas daerah yang bergizi sangat menyenangkan atau joyful. Murid dapat menuangkan kreatifitas mereka. Bahkan proses diferensiasipun terjadi dalam kegiatan ini, mereka melakukan aktifitas sesuai dengan bakat minat yang dimiliki. Kerjasama dan kolaborasi dapat dilakukan. Kegiatan ini tidak hanya sekedar memasak di luar kelas, namun sebagai healing melepaskan kepenatan dari rutinitas pembelajaran di kelas. Mereka juga membuat konten menarik yang yang dapat diunggah dalam media sosial. Mereka juga akan berlatih kewirausahaan dengan menjual kembali hasil produk yang dibuat. Atau sekedar menumbuhkan kebersamaan dan menanamkan nilai kemurah hatian dengan membagi hasil masakan untuk dimakan bersama. Kegiatan kokurikuler yang menyenangkan menimbulkan ide baru dari murid-murid, mereka mengusulkan untuk kegiatan kokurikuler lain, misalnya berkaitan dengan isu lingkungan, isu sosial dan lain-lain. Ternyata untuk menumbuhkan nilai-nilai pendidikan yang luhur dalam diri murid, dapat dimulai dari kegiatan sederhana melalui kokurikuler di sekolah.
Penulis : Naumi Ambarwati, S.Th., M.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang
Editor : Nurul Rahmawati, S.Pd., Guru SMKN 1 Tuntang



