SEKILAS INFO
: - Selasa, 15-06-2021
  • 4 bulan yang lalu / SMKN 1 Tuntang mengucapkan Selamat Merayakan Imlek 2572
  • 11 bulan yang lalu / Selamat datang siswa baru SMKN 1 Tuntang tahun pelajaran 2020/2021
  • 1 tahun yang lalu / SMKN 1 Tuntang menerima peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2020/2021. Info detail silahkan klik link berikut : https://bit.ly/PPDBSMKN1Tuntang
Pengambilan Keputusan di Sekolah

Perjalanan sebuah organisasi bernama sekolah bisa dipastikan penuh dengan permasalahan. Untuk menyelesaikan permasalahan itu maka dibuatlah keputusan dalam rangka menyelesaikan/memecahkan permasalahan atau persoalan (problem solving). Pengambilan keputusan merupakan kegiatan pemimpin yang dapat dijumpai pada semua tingkatan dan semua bidang manajemen, termasuk dalam bidang manajemen pendidikan.

Eksistensi seorang pemimpin dalam kepemimpinannya dapat dilihat dari berbagai bentuk kebijakan dan keputusan yang diambilnya. Seorang pimpinan atau manajer yang efektif adalah pimpinan atau manajer yang mampu membuat kebijakan dan mengambil keputusan yang relevan. Nawawi (1993: 55-56) mengatakan bahwa organisasi hanya akan berfungsi jika para pemimpin memiliki kemampuan mengambil keputusan dan memerintahkan pelaksanaannya kepada anggota organisasi sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab.

Seperti dikutip dari Atmosudirdjo, (1990), kata “keputusan” berarti menentukan, mengakhiri, menyelesaikan, mengatasi. Keputusan adalah pengakhiran daripada proses pemikiran tentang apa yang dianggap sebagai “masalah” sebagai sesuatu yang merupakan penyimpangan daripada yang dikehendaki, direncanakan atau dituju dengan menjatuhkan pilihan pada salah satu alternatif pemecahannya. Sementara Salusu (2004) mengatakan pengambilan keputusan adalah suatu proses memilih alternatif cara bertindak dengan metode yang sesuai dengan situasi.

Ada tiga jenis pengambilan keputusan di sekolah yaitu yang pertama keputusan strategis. Keputusan strategis adalah keputusan untuk menjawab tantangan dan perubahan lingkungan dan biasanya bersifat jangka panjang.

Keputusan ini diambil oleh manajemen atas dalam hal ini adalah kepala sekolah. Keputusan Strategis mengandung karakteristik khusus yang membedakan keputusan strategis dengan keputusan keputusan yang lain. Tujuan keseluruhan dari pengambilan keputusan strategis (strategic decision making) adalah untuk memilih strategi alternatif sehingga keunggulan kompetitif jangka panjang dapat tercapai.

Keputusan yang kedua adalah keputusan taktis. Keputusan ini diambil oleh manajemen menengah seperti wakil kepala sekolah atau bendahara. Pengambilan keputusan taktis (tactical decision making) terdiri dari pemilihan di antara berbagai alternatif dengan hasil yang langsung atau terbatas yang dapat dilihat. Beberapa keputusan taktis cenderung bersifat jangka pendek seringkali mengandung konsekuensi jangka panjang.

Keputusan yang terakhir adalah keputusan operasional. Keputusan operasional adalah keputusan yang berkaitan dengan kegiatan operasional sehari-hari. Keputusan ini diambil oleh manajemen bawah dalam hal ini adalah guru. Keputusan operasional sangat menentukan efektivitas keputusan strategis yang diambil oleh para manajer puncak. Keputusan operasional ini dilakukan untuk menjalankan kegiatan organisasi sehari-hari atau dilakukan dalam rutinitas organisasi demi berjalannya organisasi tersebut. Keputusan ini biasanya diputuskan tanpa meminta pendapat dari pimpinan terlebih dahulu, jadi langsung diputusankan saat itu juga. Keputusan Strategis

Untuk membedakan keputusan strategis, taktis dan operasional, silahkan kita lihat pada contoh berikut. Kepala Sekolah membuat keputusan pengelolaan pembelajaran di sekolah berbasis digital. Keputusan ini bertujuan agar sekolah bisa mengikuti perkembangan teknologi dan mengefisienkan pembiayaan sekolah.

Keputusan strategis yang dibuat oleh kepala sekolah diteruskan dengan keputusan taktis dari wakil kepala sekolah dan bendahara. Wakil kepala sekolah bidang ketenagaan membuat keputusan untuk melaksanakan program pelatihan guru dalam menguasai IT. Kemudian dilanjutkan dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum membuat keputusan penyusunan dokumen kurikulum berbasis digital (EKTSP) dan penilaian sekolah menggunakan handphone.

Tiga keputusan dari wakil kepala sekolah ini didukung oleh bendahara sekolah dengan membuat keputusan mengalokasikan anggaran pelatihan, penyusunan dokumen kurikulum secara digital dan penilaian sekolah menggunakan handphone. Sedangkan keputusan operasional dilaksanakan oleh guru. Guru membuat keputusan untuk mengikuti pelatihan IT dan menyusun Buku II dan III secara digital, dan mengelola penilaian berbasis digital.

Tuntang, 05 Oktober 2020

2 komentar

Suryani, Selasa, 6 Okt 2020

Luar biasa Hebatt Pak Ardhan

Balas

Subekhi, Selasa, 6 Okt 2020

Hebat… sangat menginspirasi…..

Balas

TINGGALKAN KOMENTAR

Tefa Prodi TKJ

Majalah SMKN 1 Tuntang

Data Sekolah

SMKN 1 Tuntang

NPSN : 6990563

Jl. Mertokusumo Candirejo Tuntang Kabupaten Semarang
KEC. Tuntang
KAB. Semarang
PROV. Jawa Tengah
KODE POS 50131
TELEPON 081390220602
FAX 0723-1234567
EMAIL smkn1tuntang@gmail.com

Novel Karya Siswa

Toilet SMKN 1 Tuntang

Tefa Prodi Tata Busana

Laboratorium Komputer

Kalender

Juni 2021
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930